Absennya Marc Marquez Bikin Honda Sadar Akan Hal Penting

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Senin 02 November 2020 06:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 02 38 2302523 absennya-marc-marquez-bikin-honda-sadar-akan-hal-penting-ajkQl6EPDg.jpg Honda kini bergantung pada Takaaki Nakagami dan Alex Marquez (Foto: Honda Racing Corporation)

ALCANIZ – Ketidakhadiran Marc Marquez di lintasan balap menyadarkan Honda Racing Corporation (HRC). Pabrikan asal Jepang itu kini mulai memperhatikan masukan dari tiga pembalap lain. Hal tersebut sangat penting dalam pengembangan motor sepanjang Kejuaraan Dunia MotoGP 2020.

Seperti diketahui, HRC kesulitan mencetak hasil terbaik pada Kejuaraan Dunia MotoGP 2020. Absennya Marc Marquez dalam 10 dari 11 seri yang sudah digelar, diyakini menjadi faktor utama. Sebab, motor Honda RC213V amat sulit ditaklukkan tiga pembalap lain, termasuk sang adik Alex Marquez.

HRC dituding hanya mendengarkan saran dari seorang Marc Marquez saja dalam membangun motor. Akibatnya, motor itu tak bisa ditaklukkan pembalap lain karena gaya berkendara pria berusia 27 tahun itu bertolak belakang dengan rekan-rekannya di HRC.

Baca juga: Marc Marquez Lebih Kalem Sekarang

Marc Marquez absen karena menjalani pemulihan (Foto: Instagram/@marcmarquez93)

Akan tetapi, peningkatan pesat dialami HRC dengan dua podium beruntun yang dicatatkan Alex Marquez. Belum lagi, Takaaki Nakagami berhasil merebut pole position pada seri terakhir, MotoGP Teruel 2020. Manajer Teknis HRC, Takeo Yokoyama, mengakui absennya Marc Marquez membuat pihaknya tersadar.

“Sebuah momen bagus buat kami untuk duduk bersama semua teknisi dan berpikir mengenai area mana yang harus dikerjakan tanpa bantuan Marc. Kami harus mengoptimalkan segalanya, motor, ban, dan susunan pembalap. Cukup menantang, tetapi juga menyegarkan,” papar Takeo Yokoyama, dilansir dari The Race, Senin (2/11/2020).

“Jika saya membayangkan Marc tidak cedera di awal musim, mungkin saya bisa membayangkan motor hari ini tidak akan sama. Kami mulai mengikuti masukan dari para pembalap yang ada, Cal (Crutchlow), Taka, dan Alex,” sambung pria berkebangsaan Jepang itu.

Pengembangan yang dilakukan sepanjang MotoGP 2020 memang tidak berbeda jauh dengan masukan dari Marc Marquez. Pun begitu, motor RC213V nantinya mungkin saja akan terasa kurang agresif ketika ditunggangi lagi oleh sang juara dunia.

“Kami tidak pernah bermaksud membangun motor dengan cara yang berbeda dari saran Marc. Saya tidak yakin ketika dia kembali, naik motor Alex, dan bilang ini bukan motor saya. Dia akan tetap cepat seperti di Jerez,” lanjut Takeo Yokoyama.

“Kami sudah mengerjakan apa yang kami bisa di motor, mengenai ban, dan menyesuaikannya dengan karakter setiap sirkuit. Apakah motor nantinya kurang agresif? Bisa iya, bisa tidak,” tutup pria yang sudah bekerja sejak 2000 itu.

Kapan kembalinya Marc Marquez ke lintasan balap masih menjadi misteri. Sebab, Stefan Bradl pekan lalu mengklaim dirinya diminta oleh HRC untuk tetap menggantikan Marc Marquez di Repsol Honda hingga balapan terakhir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini