Belajar dari Kasus Valentino Rossi, Pembalap MotoGP Diminta Jangan Pulang

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Senin 26 Oktober 2020 01:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 25 38 2299370 belajar-dari-kasus-valentino-rossi-pembalap-motogp-diminta-jangan-pulang-iehruHRRWD.jpg Valentino Rossi terpapar Covid-19 (Foto: MotoGP)

ALCANIZ – Semakin banyaknya pembalap yang terpapar atau absen akibat Covid-19 menyebabkan Dorna Sports dan Asosiasi Tim-Tim MotoGP (IRTA) bertindak tegas. Para pembalap kini diimbau untuk tidak nekat pulang ke rumah setelah menyelesaikan balapan pada tiga seri terakhir.

Seperti diketahui, MotoGP memiliki protokol yang ketat demi mencegah penyebaran Covid-19 di paddock. Selain mengurangi jumlah personel, setiap orang harus menjalani tes usap sebelum memasuki pekan balapan.

Idealnya, setiap pembalap dan kru tim harus tinggal di hotel dan terus bersama-sama hingga pekan balapan berikutnya jika hanya ada jarak seminggu. Namun, ada saja pembalap yang memilih pulang ke rumah usai lomba dan kembali ke sirkuit beberapa hari seblum sesi latihan.

Baca juga: Valentino Rossi Positif Covid-19, Espargaro: Tidak Ada Solusi Sempurna Cegah Penyebaran

Paddock MotoGP untuk Tim Repsol Honda (Foto: Twitter/@HRC_MotoGP)

Itulah yang dilakukan Valentino Rossi usai GP Prancis pada 11 Oktober 2020. The Doctor pulang ke Tavullia, Italia. Memang belum diketahui di mana pastinya pembalap Tim Monster Energy Yamaha itu terpapar Covid-19. Yang pasti, ia baru terpapar virus ketika berada di Italia.

Kasus yang dialami Valentino Rossi akhirnya membuat Dorna dan IRTA mengeluarkan pernyataan keras. Melalui rilis resmi, CEO IRTA Mike Trimby mengimbau agar para pembalap tidak pulang ke rumah demi meminimalkan risiko penyebaran virus.

“Kami sangat marah karena beberapa pembalap memilih pulang ke rumah di antara dua pekan balapan di Aragon. Sesuai protokol untuk dua balapan beruntun, kami meminta Anda untuk menetap di gelembung, yaitu sirkuit dan hotel,” ujar Mike Trimby, dikutip dari Tutto Motori Web, Senin (26/10/2020).

Pria berkebangsaan Inggris itu mengklaim, risiko terpapar virus di paddock MotoGP lebih kecil karena protokol dirancang sedemikian rupa. Untuk itu, agar tidak berpengaruh ke peluang juara dunia, maka semua pembalap diminta menetap di gelembung pada tiga seri terakhir.

Paddock MotoGP memiliki risiko penyebaran virus yang minimal, dibandingkan hidup di luar sana. Ada indikasi kuat (para pembalap) tertular di luar kompetisi,” sambung Mike Trimby.

“Untuk dua balapan beruntun di Valencia dan juga Portimao (Portugal), kami memohon dengan sangat agar Anda semua tinggal bersama dengan anggota tim atau perusahaan di dalam gelembung di paddock atau hotel,” tutupnya.

Selain Valentino Rossi, Tony Arbolino yang mengaspal di Moto2 juga tidak bisa tampil di Aragon karena harus menjalani karantina mandiri. Pembalap asal Italia itu negatif Covid-19 sebelum lomba, tetapi melakukan kontak fisik dengan pasien virus tersebut saat berada di pesawat menuju Spanyol.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini