Gara-Gara Covid-19, Valentino Rossi Dikritik Politisi Spanyol

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Minggu 18 Oktober 2020 07:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 18 38 2295378 gara-gara-covid-19-valentino-rossi-dikritik-politisi-spanyol-uwCXJkEB4R.jpg Pembalap Yamaha, Valentino Rossi (Foto: Laman MotoGP)

ARAGON – Pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, mendapat kritik dari seorang politisi Spanyol. Orang tersebut adalah Javier Lamban yang menjabat sebagai presiden sosialis di Kegubernuran Aragon.

Sebagaimana diketahui, Rossi dinyatakan positif mengidap Virus Corona (Covid-19). Hal ini diketahui pada 16 Oktober 2020 ketika Rossi masih berada di Tavullia dan belum berangkat ke Spanyol untuk mengikuti MotoGP Aragon.

Setelah dinyatakan positif, Rossi sempat melakukan wawancara telefon dalam sebuah program radio. Dalam wawancara tersebut, Rossi melontarkan sebuah lelucon, yang ternyata menyinggung perasaan Javier Lamban.

Baca juga: Reale Avintia Diisukan Bakal Diakusisi Rossi, Begini Komentar sang Pemilik

Valentino Rossi

Rossi mengatakan bahwa dirinya beruntung bisa diketahui positif saat masih di Tavullia. Sebab, jika ia baru mengetahuinya di Spanyol atau Aragon, maka ia sudah pasti tidak akan betah untuk menjalani masa karantina di sana.

“Lagi pula, lebih baik mengetahuinya saat saya masih di Tavullia. Bisakah Anda bayangkan jika saya mengetahuinya di sana? Jika saya harus melakukan 10 hari karantina di Spanyol, saya akan melemparkan diri saya dari teras,” ujar Rossi kepada Radio Deejay.

Mendengar pernyataan Rossi tersebut, Lamban merasa bahwa The Doctor sudah menghina Spanyol, utamanya Aragon. Sebab, dengan berbicara seperti itu, Aragon seolah-olah adalah kota yang membosankan dan membuat orang-orang tidak betah untuk berada di sana.

“Anda dapat kembali (ke negara asal Rossi) kapan saja Anda mau, tetapi harap berhati-hati terlebih dahulu. Tapi jaga semuanya, karena Covid bukan masalah kesehatan utama Anda," tulis Lamban di akun Twitter pribadinya.

Kendati demikian, Rossi langsung mendapat pembelaan dari rekannya sesame pembalap, Alex Rins. Menurut Rins, Lamban salah menafsirkan apa yang dimaksud oleh Rossi.

Alex Rins

Ketika seorang pembalap dinyatakan positif saat sedang dalam tur MotoGP, maka pembalap tersebut harus menjalani karantina di paddock. Jadi, yang membuat Rossi tak akan tahan bukanlah Spanyol atau Aragon, melainkan paddock.

“Tentunya Valentino tidak mengacu pada Aragon atau Spanyol, tapi fakta bahwa dia seharusnya dimasukkan ke sel isolasi di sebuah motorhome di dalam paddock,” jelas Rins.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini