“Kami harus mengklarifikasi dengan otoritas kesehatan di negara penyelenggara apakah Grand Prix dapat berlangsung pada 2021 tanpa sistem ‘bubble’, dengan tes Corona terus menerus, dengan atau tanpa penonton,” ungkap Ezpeleta, mengutip dari Speedweek, Minggu (4/10/2020).
“Tentu saja kami ingin memulai dengan kalender seperti biasa, meskipun kami mungkin mulai pada akhir Maret, bukan awal Maret,” tambahnya.
“Tetapi, kami akan terus menerima informasi baru dan harus melakukan penyesuaian. Kami masih punya banyak waktu dari sekarang hingga Maret. Banyak yang bisa terjadi di sana,” lanjutnya.
“Tahun ini kami telah menunjukkan bahwa kami dapat menangani 14 atau 15 grand prix bahkan dalam kondisi yang paling sulit,” pungkasnya.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.