Share

Andai Tidak Jatuh, Rossi Yakin Juara MotoGP Catalunya 2020

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Senin 28 September 2020 05:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 28 38 2284641 andai-tidak-jatuh-rossi-yakin-juara-motogp-catalunya-2020-yABFQ51NAL.jpg Valentino Rossi yakin menang jika tidak jatuh (Foto: Yamaha MotoGP)

BARCELONA – Pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, percaya bisa memenangi MotoGP Catalunya 2020 andai tidak terjatuh lebih awal. Sebab, dirinya bisa lebih konsisten mencetak waktu satu putaran ketimbang Fabio Quartararo yang terbukti melambat di putaran-putaran akhir.

Sebagaimana diberitakan, Valentino Rossi terjatuh pada putaran ke-16 di tikungan kedua Sirkuit Catalunya, Barcelona, Spanyol, pada Minggu 27 September 2020 malam WIB. Sebelum terjatuh, pria asal Italia itu tengah berada di posisi kedua.

Sang pembalap mengaku kehilangan bagian depan motornya ketika berusaha mengejar Fabio Quartararo. Valentino Rossi menuturkan, sisi kiri ban yang dingin karena menurunnya suhu lintasan, amat berbahaya. Hal itu terbukti ketika dirinya terjatuh pada tikungan dua yang mengarah ke kiri.

Baca juga: Jatuh di MotoGP Catalunya, Valentino Rossi Tak Kunjung Cetak Podium Ke-200

Valentino Rossi tersungkur di gravel (Foto: Twitter/@MotoGP)

Menurunnya suhu lintasan juga berdampak pada Fabio Quartararo yang kemudian keluar sebagai pemenang. Pada putaran-putaran terakhir, catatan waktunya melambat hingga dua detik. Valentino Rossi yakin bisa keluar sebagai pemenang jika tidak terjatuh lebih awal.

“Pada awal lomba, kami mendapat kecepatan yang bagus, tetapi saya berusaha menjaga ban dengan membalap lebih lembut, karena saya tahu akan menderita di akhir-akhir balapan. Jadi, saya terus berada di depan, tetapi tidak berusaha mendorong,” ujar Valentino Rossi, dikutip dari Crash, Senin (28/9/2020).

“Fabio, Franco (Morbidelli), dan saya adalah pembalap tercepat pada paruh pertama lomba. Kami cukup dekat, tetapi Fabio mungkin sedikit lebih baik. Namun, ketika ban sudah mulai kehilangan cengkeraman, Quartararo juga banyak kehilangan waktu di putaran-putaran terakhir,” imbuh The Doctor.

“Kita tidak pernah tahu karena saya kecelakaan. Namun, jika saya bisa kehilangan waktu lebih sedikit dibandingkan Quartararo, karena mungkin saya lebih baik di lap-lap akhir, saya juga bisa menang,” tukasnya.

Sayangnya, Valentino Rossi sedikit salah perhitungan. Ia nekat melajukan motornya lebih cepat ketimbang terus menjaga ritme balap. Sebab, di belakang sudah ada pembalap-pembalap Suzuki dan Ducati yang biasanya lebih cepat pada akhir lomba.

“Setelah Franco melebar di tikungan satu, saya mendorong laju motor karena tidak mau tertinggal jauh dari Fabio. Saya berusaha sedekat mungkin karena tahu motor-motor yang biasa lebih cepat di akhir lomba, seperti Suzuki dan Ducati, kian mendekat,” papar pembalap berusia 41 tahun itu.

“Tentu saja, saya bisa naik podium hari ini. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi di putaran-putaran terakhir, karena semua orang, terutama Quartararo, sangat melambat,” tutup Valentino Rossi, yang sudah tidak pernah menang sejak GP Belanda pada Juni 2017.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini