Marquez Sebut Pembalap MotoGP 2020 Tak Ada yang Mau Jadi Juara

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Sabtu 26 September 2020 00:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 25 38 2283967 marquez-sebut-pembalap-motogp-2020-tak-ada-yang-mau-jadi-juara-UB2Dnkt406.jpg Pembalap Honda, Marc Marquez (Foto: Laman MotoGP)

BARCELONA – Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, harus absen untuk waktu yang lama di Kejuaraan Dunia MotoGP 2020 lantaran mengalami cedera. Akan tetapi, bukan berarti Marquez tak mengikuti perkembangan balapan.

Diakui oleh Marquez bahwa setiap ada seri balapan, ia pasti akan menontonnya dari layer kaca. Hal inilah yang kemudian pembalap berjuluk The Baby Alien itu geregetan karena tipisnya perolehan poin yang dimiliki oleh para pesaingnya.

Sejauh ini, telah dilangsungkan tujuh seri balapan di MotoGP 2020. Adapun yang menjadi pemuncak klasemen sementara adalah pembalap Ducati, Andrea Dovizioso, dengan raihan 84 poin. Hal ini lantas dikomentari oleh Marquez.

Baca juga: Selama Belum Menang, Joan Mir Enggan Pikirkan Gelar Juara MotoGP 2020

Balapan MotoGP

Marquez sejatinya memandang tinggi Dovizioso. Maka dari itu, pada awalnya ia menduga Dovizioso akan mendominasi kejuaraan setelah dirinya dinyatakan harus menepi untuk waktu yang lama.

Kendati demikian, yang terjadi malah Dovizioso mengalami kesulitan untuk bisa tampil konsisten di jajaran depan. Dari tujuh seri balapan yang telah dilakoni, Dovizioso baru satu kali meraih kemenangan. Hal ini pun sangat disayangkan oleh Marquez.

Begitupun pandangan Marquez terhadap pembalap lainnya, seperti Fabio Quartararo dan Maverick Vinales yang membuntuti Dovizioso dengan selisih satu poin. Kedua pembalap Yamaha itu juga kesulitan untuk bisa tampil konsisten.

Maka dari itu, Marquez menyebut bahwa para pembalap MotoGP sekarang tidak memiliki niatan untuk memenangkan kejuaraan. Sebab, jika mereka berniat menjadi juara, maka seharusnya mereka tampil lebih berani dan bertarung untuk kemenangan di setiap seri balapan.

“Aneh karena sepertinya tidak ada yang mau menang! Tidak ada yang ingin menjadi yang teratas. Sulit untuk dipahami, tetapi ketika Anda seorang pembalap, Anda dapat memahaminya sedikit lebih baik,” ujar Marquez, mengutip dari Speedweek, Sabtu (26/9/2020).

Marc Marquez

“Satu hal adalah, jika Anda menang, maka itu luar biasa. Tetapi ketika Anda adalah pembalap yang harus menang, maka sesuatu berubah dan Anda memiliki lebih banyak keraguan karena Anda tidak tahu apakah harus menyerang (memacu motor hingga ke batas) atau lebih baik menahan diri,” lanjutnya.

“Jika Anda adalah pembalap yang datang dari posisi kedua, ketiga, atau keempat dan seseorang ada di depan Anda, maka Anda tidak akan rugi. Anda hanya menyerang dan berkendara dengan percaya diri karena tidak ada ruginya. Tetapi ketika Anda berada di puncak dan Anda harus menang, saat itulah keraguan muncul di kepala Anda, dan kemudian semakin sulit,” jelas The Baby Alien.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini