"Saat Valentino berbicara, selalu ada kata-kata yang keras dan berat. Tapi semua ini berakhir ketika saya menerima hukuman sebagaimana membalik halaman baru dan mengakhiri cerita, terlepas dari apakah Anda setuju atau tidak,” jelasnya.
“Hasil pada hari Minggu (di balapan MotoGP Styria) juga membantu saya. Itu adalah cara untuk mengatakan: 'Saya menerima penalti, tetapi saya masih melakukan pekerjaan saya.' Toh, peringkat ke-14 di MotoGP Styria masih membuat saya meraih dua poin,” tandas Zarco.
Kini, Zarco dan Rossi telah berdamai. Morbidelli juga sudah meminta maaf kepada Zarco karena telah menyebut pembalap 30 tahun itu sebagai setengah pembunuh.
Kendati demikian, Morbidelli nyatanya masih memiliki trauma. Ia mengaku agak khawatir ketika melaju di sebelah Zarco saat balapan. Sebab, Morbidelli benar-benar hampir kehilangan nyawanya saat insiden kecelakaan di MotoGP Austria, yang mana hal itu membuatnya kini jauh lebih waspada.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.