Bukan soal Motivasi yang Bikin Dovizioso Tampil Kurang Greget di MotoGP 2020

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Selasa 04 Agustus 2020 07:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 04 38 2256504 bukan-soal-motivasi-yang-bikin-dovizioso-tampil-kurang-greget-di-motogp-2020-6JXg8rTWTV.jpg Andrea Dovizioso (Foto: Laman resmi MotoGP)

ROMA – Pembalap Mission Winnow Ducati, Andrea Dovizioso, menampilkan performa yang kurang menjanjikan di dua seri perdana MotoGP 2020. Meski begitu, ia menerangkan bahwa yang menjadi persoalannya sekarang bukanlah masalah motivasi sebagaimana yang dituduhkan banyak pihak.

Dalam tiga musim terakhir, Dovizioso sejatinya selalu mengakhiri musim sebagai runner-up. Selama kurun waktu tersebut, ia selalu dikalahkan oleh pembalap Repsol Honda, Marc Marquez.

Kendati demikian, dalam gelaran MotoGP 2020, yang menjadi saingan terberat Dovizioso bukan hanya Marquez, namun juga dua pembalap Yamaha, Maverick Vinales dan Fabio Quartararo. Hal itu telah terlihat di dua balapan pertama.

Baca juga: Marc Marquez Jalani Operasi Kedua

Andrea Dovizioso

Meski saat ini Dovizioso menempati posisi ketiga klasemen pembalap dengan perolehan 26 poin, namun ia sama sekali tak bisa menandingi laju Quartararo dan Vinales dalam dua seri pertama. Hal ini tentunya membuat banyak pihak berpikiran buruk terhadap Dovizioso.

Mereka menilai Dovizioso kekurangan motivasi untuk bertarung di lintasan lantaran kontraknya bersama Ducati belum diperbarui. Ducati pasalnya merasa keberatan untuk memenuhi tuntutan kenaikan gaji yang diminta oleh DesmoDovi -julukan Dovizioso.

Isu tersebut tak ayal membuat Dovizioso geram. Sebab, ia sama sekali tidak merasa kehilangan motivasi. Justru sebaliknya, Dovizioso sangat antusias untuk mengarungi balapan musim ini.

Saking semangatnya untuk balapan, Dovizioso bahkan ikut serta dalam turnamen motocross, yang dijadikannya sebagai sarana latihan pada Juni 2020. Bahkan. Dovizioso sampai terjatuh dan mengalami cedera di turnamen tersebut lantaran sangat bersemangat menyambut musim baru.

“Saya tidak pernah dan tidak akan pernah memiliki masalah motivasi dalam karier saya. Saya tidak berpikir itu (masalah kontrak) akan menjadi masalah atau batasan bagi saya atau apa pun yang Anda ingin menyebutnya,” tegas Dovizioso, menyadur dari Speedweek, Selasa (4/8/2020).

“Saya hidup untuk olahraga dan balapa. Saya bahkan meminta izin untuk mengendarai motorcross dan mematahkan tulang selangka saya, semuanya hanya untuk balapan. Untuk meragukan motivasi atau bertanya pada diri sendiri apakah Anda tidak lagi mencari adrenalin, itu tidak terjadi pada saya,” lanjutnya.

Dovizioso sejatinya memiliki ambisi besar untuk bisa menyabet gelar juara MotoGP 2020. Sebab, sepanjang kariernya sebagai pembalap, ia belum pernah sekalipun meraih gelar juara di kelas premier.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini