Ambisi Besar Yamaha Hentikan Hegemoni Marc Marquez di Pentas MotoGP

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Sabtu 01 Agustus 2020 05:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 01 38 2255242 ambisi-besar-yamaha-hentikan-hegemoni-marc-marquez-di-pentas-motogp-EMIOG8qnhg.jpg Marc Marquez (Foto: MotoGP)

LESMO – Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, telah tampil sebagai juara dunia MotoGP selama empat musim beruntun. Maka dari itu, di ajang MotoGP 2020 ini, Yamaha memiliki ambisi besar untuk menghentikan hegemoni Marquez tersebut.

Hal ini disampaikan langsung oleh Managing Director Tim Yamaha, Lin Jarvis. Menurutnya, adalah hal yang sangat realistis bagi Yamaha untuk mengalahkan Marquez dan Honda. Sebab, Yamaha dan para pembalapnya telah mengalami banyak peningkatan.

Saat ini, para pembalap Yamaha menjadi penguasa klasemen. Pembalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, menjadi pemuncak klasemen dengan koleksi 50 poin. Sedangkan, posisi kedua ditempati oleh rider Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales, dengan torehan 40 angka.

Baca juga: MotoGP 2020 Hanya Dilangsungkan di Eropa, Pertama sejak 1986

Fabio Quartararo

Sementara itu, Marquez yang menjadi ujung tombak Honda justru belum memperoleh poin sama sekali. Sebab, pada balapan seri perdana The Baby Alien mengalami kecelakaan dan tak bisa melanjutkan. Kemudian, di seri kedua Marquez harus absen lantaran masih mengalami cedera.

Menurut Jarvis, apa yang menimpa Honda saat ini adalah risiko yang harus ditanggung oleh mereka. Sebab, Honda hanya mengandalkan Marquez untuk merajai kejuaraan. Sehingga, ketika Marquez tak bisa mengikuti balapan, maka tak ada pembalap Honda lainnya yang mempu menyumbang banyak poin atau menjadi pengganti sepadan.

“Marc Marquez adalah satu-satunya pembalap yang bisa mengendarai Honda dan mengeluarkan kemampuan terbaik motor itu. Dia punya banyak talenta, dalam performa hebat, dan sangat termotivasi," ujar Lin Jarvis, seperti dikutip dari GP One, Sabtu (1/8/2020).

"Saat ini dia (marquez) memiliki aliansi bintang-bintang. Dia dalam momen luar biasa. Akan tetapi, setiap hal ada akhirnya. Misi kami bagi para pembalap kami adalah finis di depan dia," lanjutnya.

Berbeda dengan Honda, para pembalap Yamaha bisa dibilang berada di level yang hampir sama. Bahkan, Valentino Rossi yang sudah berusia 41 tahun mampu finis ketiga pada gelaran MotoGP Andalusia 2020 di Sirkuit Jerez.

Podium MotoGP Andalusia 2020

"Di olahraga ini ada ego besar. Anda harus sering mengatur para pembalap. Rasanya cukup sulit, tapi saya lebih suka memiliki dua pembalap top di dalam tim, ketimbang punya pembalap nomor satu dan nomor dua,” jelas Jarvis.

“Saya rasa tahun ini tim berjalan baik dan begitu juga tahun depan. Kami akan punya dua pembalap muda dengan level tertinggi," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini