JEREZ – Mantan pembalap MotoGP, Marco Melandri, mendukung tindakan Andrea Dovizioso yang meminta kenaikan gaji kepada Mission Winnow Ducati dalam kontrak barunya. Menurut Melandri, Dovizioso pantas mendapatkan gaji besar karena telah mengalahkan semua pembalap kecuali satu, yakni Marc Marquez (Repsol Honda).
Sebagaimana diketahui, kontrak Dovizioso di Ducati akan habis pada akhir musim 2020. Akan tetapi, hingga saat ini belum ada kontrak baru dari Ducati yang Dovizioso tanda tangani.

Kondisi itu membuat masa depan Dovizioso tidak jelas pada musim depan. Ada isu yang menyebutkan Dovizioso akan pensiun, jika tidak ada kesepakatan baru yang tercapai antara dirinya dengan Ducati.
Kebenaran isu tersebut belum diketahui sampai sekarang, tetapi tidak menutup kemungkinan itu terjadi pada musim depan. Jika Ducati tidak memenuhi kemauan Dovizioso, Melandri menilai Desmo Dovi –julukan Dovizioso– akan vakum pada musim depan.
BACA JUGA: Dovizioso Tak Menyangka Bisa Jadi Pembalap MotoGP
Menurut Melandri, Dovizioso tidak akan ragu untuk vakum sementara waktu karena Desmo Dovi adalah tipe pembalap yang ingin melaju dengan carannya sendiri. Melandri menilai Ducati tidak akan bisa mengekang Dovizioso.
“Jika Dovizioso tidak berpacu dengan Ducati, menurut saya itu berarti berhenti. Dia pasti ingin lari, tetapi dengan caranya sendiri. Saya setuju dengan dia, karena jika Anda melihat keterlibatan orang lain dan berpikir bahwa ia telah mengalahkan mereka semua kecuali satu maka itu benar bahwa Anda menghasilkan secara proporsional,” kata Melandri, menyadur dari Tutto Motori Web, Kamis (16/7/2020).
Masalah kenaikan gaji jadi biang keladi belum diperpanjangannya kontrak Dovizioso. Ducati sangat membutuhkan jasa Dovizioso untuk bersaing memperebutkan gelar, tetapi di sisi lain kenaikan gaji tidak masuk akal bagi tim pabrikan asal Italia itu sekarang.
Pandemi virus corona (Covid-19) membuat tim-tim MotoGP dalam ancaman krisis finansial. Oleh sebab itu, Ducati masih berpikir dua kali untuk memberikan Dovizioso kenaikan gaji. Ducati tidak mau kontrak baru Dovizioso berdampak buruk untuk finansial tim di masa depan.

Polemik kontrak baru Dovizioso memunculkan isu gila yang menyebut Ducati ingin merekrut mantan pembalapnya, Jorge Lorenzo, pada musim depan. Akan sangat mengejutkan jika Ducati mendatangkan Lorenzo yang sudah pensiun pada musim lalu.
Lorenzo memang masih memiliki kemampuan mumpuni untuk membalap, tetapi fisik Por Fuera –julukan Lorenzo– tidaklah seperti dulu. Ducati harus ingat bahwa Lorenzo pensiun karena alasan fisik yang sudah tidak mendukung untuk balapan. Ducati akan mengambil risiko besar jika merekrut Lorenzo menggantikan Dovizioso pada musim depan.
(Ramdani Bur)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.