Tak Mau Senasib dengan Turnamen Djokovic, Penyelenggara Prancis Open Berhati-hati

Djanti Virantika, Jurnalis · Senin 06 Juli 2020 16:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 06 40 2241982 tak-mau-senasib-dengan-turnamen-djokovic-penyelenggara-prancis-open-berhati-hati-93XcHKqmtd.jpg Novak Djokovic di turnamen Adria Tour. (Foto: Instagram Adria Tour)

PARIS – Direktur Turnamen Prancis Open 2020, Guy Forget, memastikan bahwa pihaknya akan sangat berhati-hati dalam mempersiapkan penyelenggaraan kompetisi tersebut. Sebab, ia tak mau Prancis Open 2020 memiliki nasib yang sama dengan turnamen buatan Novak Djokovic yang berujung dengan beberapa pemain dan pelatih positif terinfeksi virus corona.

Turnamen ekshibisi Adria Tour yang digagas Djokovic beberapa waktu lalu memang mendapat sorotan besar dari publik. Sebab, beberapa pemain dan pelatih yang ikut ambil bagian dalam turnamen itu dinyatakan positif terjangkit virus corona.

Turnamen Adria Tour

Pemain pertama yang mengumumkan positif terjangkit virus tersebut adalah Grigor Dimitrov. Tak lama kemudian, lawan terakhir Dimitrov di Adria Tour, yakni Borna Coric, juga dinyatakan positif terpapar Covid-19.

BACA JUGA: 5 Petenis dengan Penghasilan Tertinggi, Nomor 1 Raup Rp1,5 Triliun

Dua petenis lainnya kemudian juga dinyatakan positif, yakni Victor Troicki serta Djokovic sendiri. Selain pemain, pelatih Djokovic dan Dimitrov juga dinyatakan positif terjangkit virus tersebut. Istri dari Djokovic dan Troicki juga turut tertular.

Dengan banyaknya jumlah orang yang terjangkit virus tersebut, kompetisi pun akhirnya dihentikan. Kecaman pun terus diutarakan berbagai pihak kepada Djokovic karena dinilai melakukan langkah yang salah dengan mengabaikan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan turnamen.

Forget pun tak ingin kejadian serupa terjadi kala Prancis Open 2020 digelar. Turnamen tenis tanah liat paling bergengsi itu sendiri diketahui dijadwalkan berlangsung pada 27 September setelah mengalami penundaan akibat merebaknya virus corona.

Demi mencegah hal-hal yang tak diinginkan terjadi selama perlombaan, Forget memastikan penerapan protokol kesehatan yang ketat akan terjadi di Prancis Open 2020. Pihak penyelenggara pun berusaha berhati-hati dalam menggelar turnamen.

"Mungkin, ada orang yang terlalu percaya diri di sana. Untungnya, tidak ada yang terluka parah, tetapi bahkan beberapa kasus terlalu banyak dan kami ingin menghindarinya sebanyak yang kami bisa,” ujar Forget, sebagaimana dikutip dari Reuters, Senin (6/7/2020).

“Kami ingin meyakinkan semua orang bahwa membuat orang sakit akan sangat buruk bagi kami. Mari kita benar-benar hati-hati, sangat hati-hati,” lanjutnya.

Prancis Open

Turnamen Prancis Open 2020 sendiri kabarnya bakal digelar secara terbuka alias menghadirkan penonton di tribun. Rencananya, penonton di stadion nantinya akan berjarak dua kursi per satu orang penonton.

Dengan begitu, ada sekira 20 ribu orang penonton yang bisa menyaksikan pertandingan tenis berlevel Grand Slam itu. Tetapi, Forget memastikan bahwa protokol kesehatan yang ketat akan diterapkan demi menghindari penyebaran virus corona.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini