Terputus pada 2016, China Ingin Kembalikan Kejayaan Tunggal Putri di Olimpiade 2020

Bagas Abdiel, Jurnalis · Senin 22 Juni 2020 19:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 22 40 2234467 terputus-pada-2016-china-ingin-kembalikan-kejayaan-tunggal-putri-di-olimpiade-2020-dQ19X31ftu.jpg Chen Yufei (Foto: AFP)

BEIJING – Pelatih Timnas China, Luo Yigang, ingin menyambungkan kembali tradisi medali emas tunggal putri di Olimpiade Tokyo 2020 pada 2021. Ia berharap raihan medali emas yang sempat terputus pada 2016 bisa kembali didapatkan.

Sejak 2000, China memang telah mendominasi raihan medali emas Olimpiade untuk nomor tunggal putri. Selama empat edisi berturut-turut, tunggal putri China mampu meraih medali emas pada 2000, 2004, 2008, dan 2012.

Chen Yufei

Namun, pada 2016 rantai dominasi mereka terputus ketika pebulu tangkis asal Spanyol yakni Carolina Marin berhasil meraih medali emas. Bahkan mereka gagal mendapatkan medali di nomor tunggal putri, di mana Li Xuerui hanya menempati urutan keempat, sedangkan Wang Yihan terhenti di babak perempatfinal.

Baca juga Bertekad Lanjutkan Emas Olimpiade Tontowi/Liliyana, Praveen/Melati Enggan Terbeban

Situasi ini membuat China merasa bergairah untuk kembali mendapatkan medali emas di Olimpiade Tokyo 2020. Luo mengatakan akan sangat berharap pada Chen Yufei yang saat ini menempati ranking dua dunia. Namun begitu, ia juga menyadari peta persaingan di tunggal putri sangatlah ketat.

“Saya harus mengatakan itu akan sangat kompetitif di nomor tunggal putri di Tokyo. Setiap 10 pemain top memiliki peluang untuk memenangkan gelar,” ungkap Luo, mengutip dari Xinhua, Senin (22/6/2020).

“Tujuan kami adalah medali emas. Chen memenangkan tujuh gelar World Tour pada 2019, termasuk Final pada Desember dan All England pada Maret. Ia telah menjadi pemain yang lebih berpengalaman setelah penampilan yang mantap sepanjang tahun,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini