PARIS – Mantan juara WSBK (World Super Bike), Neil Hodgson, kagum dengan prestasi pembalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, di MotoGP 2019. Quartararo mampu finis di posisi kelima pada akhir kejuaraan, meski berstatus pemula di MotoGP 2019. Hodgson menilai penampilan apik pembalap berumur 21 tahun itu telah menghancurka para pembalap tua.
Pernyataan Hodgson berkaca dari aktivitas transfer tim-tim pabrikan sekarang. Penampilan apik Quartarao membuat tim-tim pabrikan tidak ragu untuk mempercayakan motornya kepada para pembalap muda. Contoh yang paling mengejutkan adalah Monster Energy Yamaha mendepak pembalap legendaris, Valentino Rossi, untuk memberikan tempat ke Quartararo pada musim depan.

Tim-tim pabrikan berusaha mencetak pembalap hebat seperti pengendara Repsol Honda, Marc Marquez. Sebelum Quartararo, Marquez telah dulu membuat kejutan. Marquez langsung menjadi juara dunia MotoGP, saat debut pada musim 2013.
BACA JUGA: Quartararo Janji Bakal Tampil Maksimal di MotoGP 2020
Namun, tim-tim pabrikan waktu itu tidak langsung mengubah kriteria terkait pembalap yang pantas jadi andalan. Tim-tim pabrikan tetap lebih memilih para pembalap berumur sebagai andalan. Tren itu berubah karena penampilan apik Quartararo pada musim lalu.
“Quartararo telah menghancurkan segalanya, atau setidaknya pembalap lebih tua. Saya suka Fabio (Quartararo) dan saya ingin dia cepat, tetapi saya tidak pernah berpikir dia akan berhasil. Sejujurnya, saya tidak berpikir dia bisa menargetkan 10 besar, apalagi 5 besar atau semua podium dan pole position,” kata Hodgson, menyadur dari Tutto Motori Web, Kamis (4/6/2020).
“Jika saya terus bertaruh pada Dovi atau Cal atau pembalap lain di atas 25 tahun, mereka telah memiliki cukup waktu di lintasan, mereka harus menaikkan level diri mereka sendiri. Jadi, Anda tidak akan menemukan banyak kecepatan secara tiba-tiba,” ujar mantan juara WSBK itu.
“Seorang pembalap masih bisa menang dengan tim baru, motor baru, kepala teknisi baru, dan sebagainya. Quartararo telah melakukan hal-hal hebat dan sekarang semua orang bertanya: ‘Siapa selanjutnya? Apakah itu Jorge Martin? Siapa yang akan menjadi (pembalap muda yang hebat) berikutnya?” ungkapnya.
Selain Quartararo, pembalap Pramac Ducati, Jack Miller, yang berumur 25 tahun juga telah resmi dipinang Mission Winnow Ducati. Perlahan-lahan terjadi regenerasi di garasi setiap tim pabrikan. Hal itu bagus untuk MotoGP, tetapi di sisi lain juga merugikan bagi para pembalap veteran yang tersisih.
(Ramdani Bur)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.