MADRID – Hubungan Marc Marquez (Repsol Honda) dengan Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha) tidak terlalu baik dalam beberapa musim terakhir ini. Akan tetapi, Marquez selalu memandang tinggi Rossi atas segala pencapaiannya selama berkarier di lintasan balap.
Persaingan kedua pembalap beda generasi itu mulai memanas setelah insiden di MotoGP Malaysia 2015. Hubungan Marquez dan Rossi semakin buruk dengan kejadian di MotoGP Argentina 2018. Setelah itu, hubungan Marquez dan Rossi tidak pernah membaik seperti sebelumnya.

Namun, faktanya adalah sewaktu kecil Marquez merupakan penggemar Rossi. The Baby Alien –julukan Marquez– kagum dengan pencapaian Rossi yang mengoleksi sembilan gelar juara dunia. Sebanyak tujuh di antaranya Rossi raih di kelas MotoGP, sedangkan dua sisanya diraih di kelas 125 cc dan 250cc.
BACA JUGA: Jarvis: Sulit untuk Kembali Tandemkan Rossi dan Lorenzo
Marquez menjadikan Rossi sebagai panutan, yang ditiru untuk berkembang sebagai pembalap MotoGP. Selain Rossi, Marquez juga menjadikan Dani Pedrosa dan Mick Doohan sebagai panutannya. Sangat penting bagi Marquez memiliki panutan untuk ditiru.
“Pada akhirnya, Anda harus tahu cara memisahkan beberapa hal. Apa yang dilakukan Valentino (Rossi) luar biasa. Itu adalah tonggak. Pedrosa dan Doohan pun begitu. Penting untuk memiliki referensi yang ditiru dan tumbuh sebagai pembalap,” kata Marquez, menyadur dari Tutto Motori Web, Senin (11/5/2020).
Menjadikan Rossi, Pedrosa dan Doohan sebagai panutan, membuat Marquez jadi pembalap yang sehebat sekarang. Marquez sudah mengoleksi delapan gelar juara dunia, yang enam di antaranya diraih di kelas MotoGP. Jika menjuarai MotoGP 2020 maka prestasi Marquez akan sama dengan Rossi. Patut diketahui, Marquez baru berusia 27 tahun sehingga kemungkinan besar dia bisa melewati pencapaian Rossi.
(Ramdani Bur)