MADRID – Mulai musim balap MotoGP 2020 akan diberlakukan aturan baru mengenai pembalap yang melakukan jump start (nyolong start). Pembalap yang melakukan pelanggaran tersebut kini harus dihukum menjalani dua putaran panjang.
Sekadar diketahui, jump start merupakan sebuah pelanggaran yang dilakukan pembalap yang memacu motornya sebelum lampu merah tanda start padam. Sebelum ini, pembalap yang melakukan pelanggaran tersebut dihukum untuk melakukan start dari dalam pit lane.
Baca juga: Jadwal MotoGP 2020 Usai GP Amerika Serikat Diundur

Kendati demikian, setelah digelar pertemuan Komisi Grand Prix FIM, aturan baru pun dibuat. Direktur Balap, Mike Webb, menerangkan perubahan peraturan ini dilakukan demi kebaikan semua pihak. Webb pasalnya ingin agar hukuman jump start membuat para pembalap jera, sehingga tidak mengulanginya lagi.
Di sisi lain, ia ingin agar hukuman tersebut tidak terlalu berat. Sebab, jika hukuman yang diberikan terlalu berat bisa merusak hasil balapan si pembalap. Maka dari itu, menjalani dua putaran panjang dinilai Webb sebagai hukuman yang paling tepat. Pada 2019, terdapat sejumlah pembalap yang kedapatan melakukan jump start, seperti Cal Crutchlow, Maverick Vinales, dan Joan Mir.