Hadapi Jepang, Susy: Peluang Tim Putri Tetap Ada

Andika Pratama, Jurnalis · Jum'at 14 Februari 2020 00:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 13 40 2168182 hadapi-jepang-susy-peluang-tim-putri-tetap-ada-aZFnw7zlQe.jpg Gregoria Mariska Tunjung (Foto: PBSI)

MANILA – Manajer tim putra-putri Indonesia, Susy Susanti mengomentari hasil undian babak perempatfinal Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Asia 2020 terutama di sektor putri. Sebab, tim putri Indonesia akan mendapatkan lawan berat, yakni Jepang.

Susy pun mengakui bahwa Jepang adalah lawan yang sangat berat untuk tim putri Indonesia. Kualitas para pebulu tangkis putri Jepang lebih bagus daripada wakil Indonesia. Hal itu tentu jadi tantangan tersendiri untuk tim putri Indonesia.

Infografis Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Asia (Foto: Okezone)

Namun, Susy tetap optimis dengan peluang tim putri Indonesia melaju ke babak selanjutnya. Peraih Medali Emas Olimpiade Barcelona 1992 itu meminta para pebulu tangkis putri Indonesia untuk bermain maksimal melawan Jepang. Pasalnya, kalah dan menang baru akan diketahui setelah pertandingan selesai bukan sebelumnya.

BACA JUGA: Kalah dari Thailand, Susy Susanti Komentari Penampilan Tim Putri Indonesia

“Untuk tim putri, kami langsung dapat lawan yang paling berat yaitu tim Jepang. Tapi namanya undian, kami tidak bisa memilih. Bagaimanapun juga, peluang tetap ada, pokoknya besok main maksimal,” kata Susy, seperti yang dikutip laman resmi PBSI, Jumat (14/2/2020).

Nasib tim putra lebih baik karena mereka akan melawan kubu yang di atas kertas lebih lemah yakni Filipina. Akan tetapi, Filipina merupakan tuan rumah pada turnamen ini sehingga motivasi untuk menyabet tiket ke babak selanjutnya tentu sangat tinggi.

Namun, tim putra Indonesia diuntungkan dengan fakta bahwa Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Asia 2020 tidak dihadiri penonton. Penonton dilarang datang ke Rizal Memorial Coliseum untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 (Korona).

Dengan tidak adanya penonton maka tekanan ke para pebulu tangkis putra Indonesia akan berkurang. Akan tetapi, di satu sisi hal itu juga menjadi kerugian karena mengurangi prestise dari Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Asia 2020.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini