“FIA adalah regulator dan Liberty Media adalah promotor F1. Mereka adalah pihak yang bertanggung jawab pada kesehatan dan kondisi tidak hanya pembalap, tetapi juga semua staf yang berkecimpung di F1. Saya yakin mereka akan menilai dengan cermat sebelum mengambil keputusan untuk membatalkan atau menunda balapan,” ujar Christian Horner, dikutip dari Motorsport, Selasa (4/2/2020).
“Jadi, kami harus mempercayai pengambilan keputusan dan pengetahuan mereka soal isu tersebut. Kami sendiri tetap memantau situasi karena berkaitan dengan strategi balap yang akan kami bahas dalam waktu dekat,” imbuh pria berkebangsaan Inggris itu.
Rumor yang berkembang, F1 GP China 2020 akan bertukar tempat dengan lomba di Rusia yang dijadwalkan pada 27 September. Dengan demikian, kalender balap F1 tidak berkurang alias tetap 22 race. Namun, rumor tersebut langsung dibantah otoritas terkait di Rusia sehingga nasib F1 GP China 2020 masih abu-abu.
(Ramdani Bur)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.