nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Capirossi Aneh Lihat Quartararo Lebih Jago dari Rossi pada Musim Lalu

Andika Pratama, Jurnalis · Rabu 29 Januari 2020 02:34 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 28 38 2159784 capirossi-aneh-lihat-quartararo-lebih-jago-dari-rossi-pada-musim-lalu-W0KZrc1O8A.jpg Fabio Quartararo (Foto: MotoGP)

CASTEL SAN PIETRO TERME – Legenda MotoGP, Loris Capirossi bingung dengan performa para pembalap Yamaha pada musim 2019. Pasalnya, pembalap tim satelit lebih kuat daripada pabrikan. Penampilan Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) lebih mentereng daripada sang senior, Valentino Rossi (Mosnter Energy Yamaha).

Pada musim lalu, rekan setim Rossi, Maverick Vinales adalah pembalap Yamaha terbaik yang mengakhiri MotoGP 2019 di posisi ketiga. Setelah Vinales, Quartararo jadi pembalap Yamaha dengan penampilan terbaik kedua. Pembalap berpaspor Prancis itu menempati posisi lima pada klasemen akhir.

Capirossi aneh dengan yang terjadi pada musim lalu apalagi Quartararo menggunakan motor yang lebih lemah daripada Vinales dan Rossi. Fakta itu seharusnya membuat Quartararo kesulitan apalagi ia merupakan debutan. Akan tetapi, Quartararo justru menunjukkan kualitasnya pada musim lalu.

BACA JUGA: Morbidelli Bicara soal Peluang Rossi Pensiun dari MotoGP

“Motor satelit dari tim Petronas mirip dengan yang digunakan oleh Rossi atau Vinales. Morbidelli memiliki motor resmi, sementara Fabio memiliki motor semi resmi. Bagaimanapun, saya merasa aneh bahwa pembalap satelit lebih kuat daripada yang resmi,” kata Capirossi, mengutip dari Tuttomotoriweb, Rabu (29/1/2020).

Capirossi menilai Rossi kemungkinan besar terlalu banyak mencoba sesuatu untuk mengejar Repsol Honda dan Mission Winnow Ducati yang justru berujung kegagalan. Hal itu memberikan celah bagi Quartararo untuk jadi lebih menonjol daripada The Doctor -julukan Rossi.

“Maverick (Vinales) adalah pembalap Yamaha pertama dengan Quartararo di belakangnya, itu aneh. Akan tetapi, hal-hal ini terjadi ketika Anda mengejar Ducati dan Honda. Pembalap cenderung mencoba banyak solusi dan akhirnya menjadi lebih lambat serta gagal mendapatkan kinerja langsung,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini