nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

8 Atlet Taekwondo Lolos Seleksi Pelatnas untuk Olimpiade 2020

Ramdani Bur, Jurnalis · Senin 20 Januari 2020 13:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 20 43 2155459 8-atlet-taekwondo-lolos-seleksi-pelatnas-untuk-olimpiade-2020-1uFjzhSSCH.jpg Suasana seleksi pelatnas Taekwondo di GOR POPKI Cibubur. (Foto: PBTI)

JAKARTA - Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) melaksanakan seleksi atlet nasional (seleknas) untuk mengikuti kualifikasi Olimpiade yang akan berlangsung di China 10-12 April 2020. Seleknas dilaksanakan di GOR POPKI Cibubur Jakarta Timur pada Minggu 19 Januari 2020 yang diikuti 21 atlet dari berbagai daerah.

Mereka ialah Muhammad Bassam Raihan (DKI Jakarta), Khaerullah (Jawa Barat), Farel Patra Syafullah (Jambi), Sonifacius Angky (Maluku), Jalu Aruna K (Jawa Timur), Marstio Embran (Sumatra Barat), Ilham Ramadhan (Kalimantan Utara), Dewa Gede Tri Dharmadita (Bali), Ibrahim Zarman (Riau), Adam Yazid Ferdiyan (Jawa Barat), Muhammad Rizaldi (Jawa Barat), Chaerul Adzam (Kalimantan Utara), Kenny Rafael (DKI Jakarta), Mariska Halinda (Kalimantan Timur), Megawati Tamesti Mahesuci (Jawa Barat), Diaputri Ananda Lubay (DKI Jakarta), Aqila Aulia Ramadhani (Jawa Barat), Novrika Kusuma Ramadhanti (Banten), Jihan Lutfhi Angely (Banten), Putu Desya Srinadi Putri (Bali) dan Azhari Rieska Ramadhanti (Banten).

Pelatnas Taekwondo

Seleknas dilakukan dengan sistem setengah kompetisi yang memaksa seluruh atlet dikelas yang sama untuk saling bertemu (bertarung). Sebelum digelarnya seleknas, beberapa hari sebelumnya para atlet juga telah melaksanakan serangkaian tes yang menjadi bagian integral dari syarat penilaian akhir seleknas ini. Serangkaian tes tersebut meliputi psikotest, physical test, dan tes kesehatan.

Menurut Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBTI, Yefi Triaji, pemanggilan para atlet untuk mengikuti seleknas tersebut didasari atas kriteria pencapaian prestasi atlet yang bersangkutan.

“Secara spesifik mereka yang mengikuti seleknas selain merupakan atlet pelatnas, mereka adalah peraih emas dan perak di Kejurnas 2017 dan pra PON 2019 yang lalu. Selain itu, keputusan pemanggilan juga berdasarkan hasil pemantauan dan analisis tim talent scouting yang merekomendasikan hasil identifikasi bakat dan prestasi atlet di kejuaraan-kejuaraan taekwondo kepada bidang pembinaan prestasi PBTI,” Uujar Yefi.

Seleknas kali ini disaksikan langsung oleh Ketua Umum PBTI Letjen TNI (Purn) H. M. Thamrin Marzuki, wakil Ketua Umum I Irjen Pol (Purn) Drs. Syafrizal Achyar, MM, Waketum II Brigjen TNI (Purn) H. Noor Fadjari, ST dan beserta seluruh jajaran pengurus lainnya. Dalam amanahnya, beliau menyampaikan bahwa para atlet yang mengikuti seleknas adalah mereka yang terbaik dari daerahnya masing-masing. Menurutnya, PBTI memiliki parameter sesuai standar untuk menentukan kelayakan para atlet yang akan mengikuti kualifikasi olimpiade.

“Dengan sistem seleknas yang obyektif, transparan dan kompetitif ini, diharapkan terpilih atlet yang akan lolos kualifikasi dan selanjutnya bisa mewakili Indonesia di pentas olimpiade Tokyo 2020 nanti. Untuk itu, kami minta seluruh atlet menunjukkan kapasitas terbaiknya dengan penuh semangat dan mengeluarkan kemampuan maksimalnya agar bisa terpilih mewakili daerah, dan selanjutnya mengikuti serangkaian pemusatan latihan nasional (pelatnas) guna persiapan mewakili tim nasional taekwondo Indonesia menuju ajang kejuaraan kualifikasi olimpiade nanti.” Pesan Bapak Thamrin Marzuki kepada seluruh atlet.

Dari hasil seleknas kali ini, PBTI memutuskan delapan atlet dari empat kelas (dua kelas putra dan dua kelas putri) untuk mengikuti pelatnas menuju persiapan kualifikasi olimpiade. Keputusan memilih delapan atlet tersebut dipaparkan dan didiskusikan langsung dihadapan Ketua Umum PBTI, wakil ketua Umum PBTI, Binpres, Komisi Iptek dan Sport Science Dr. Bagus Sulistyo, Sp.Kj.M.Kes, tim Talent Scouting, pelatih Pelatnas dan Konsultan Teknis Pelatnas Mr. Oh Il Nam. Hasil penilaian dilakukan sesuai dengan validitas dan fakta hasil evaluasi tim mengenai kelayakan atlet yang didasarkan atas hasil pertandingan (seleknas), hasil penilaian intelegensia berdasarkan parameter psikotest dan hasil test kesehatan atlet.

Kedelapan atlet yang lolos seleknas tersebut adalah Mariska Halinda dan Aqila Aulia Ramadhani di kelas 49 kg putri, Jihan Luthfi Angely dan Putu Desya dikelas 57 Kg Putri, Muhammad Bassam dan Farel Patra dikelas 58 Kg Putra, Ibrahim Zarman dan Adam Yazid dikelas 68 Kg putra.

Dari delapan atlet terbaik yang lolos seleknas ini, nantinya akan dipilih empat atlet yang akan mengikuti kualifikasi olimpiade di China 10– 12 April 2020 mendatang. Untuk menuju kualifikasi olimpiade tersebut, Kabid Binpres PBTI menjelaskan bahwa selanjutnya para atlet akan mengikuti rangkaian uji coba dalam bentuk try in dengan timnas Korea Selatan dan mengikuti kejuaraan Asia yang akan berlangsung di Lebanon 5–7 Maret 2020.

Kabid Binpres PBTI, Yefi Triaji optimis, dengan melihat hasil seleknas kali ini, harapan taekwondo Indonesia untuk lolos kualifikasi olimpiade masih terbuka lebar. Untuk itu dirinya berharap rencana program yang sudah disusun dan dipersiapkan menuju kearah sana, dapat berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Sebab dirinya menyadari bahwa seluruh pihak sangat berkepentingan untuk sinergis mensukseskan program atlet tersebut. Bukan cuma PBTI sebagai induk cabang olahraga, tapi juga ada instansi lain yang terlibat, khususnya kemenpora, KONI dan KOI.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini