Gregoria Kecewa Gagal Atasi Perlawanan Akane Yamaguchi

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Kamis 16 Januari 2020 03:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 16 40 2153471 gregoria-kecewa-gagal-atasi-perlawanan-akane-yamaguchi-5KJNMqOasB.jpg Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung. (Foto: PBSI)

JAKARTA – Tunggal putri Tanah Air, Gregoria Mariska Tunjung, kembali gagal menampilkan hasil yang terbaik untuk Indonesia. Kali ini, kegagalan tersebut terjadi ketika ia tampil di hadapan publik sendiri, tepatnya di Indonesia Masters 2020.

Malangnya, Gregoria justru gugur ketika kompetisi tersebut masih berada di babak pertama. Tepatnya Gregoria kalah dari wakil Jepang, Akane Yamaguchi, dengan melalui rubber game. Di game pertama Gregoria mampu menang 21-12, namun di set kedua ia kalah 15-21, dan di game terakhir kalah 22-24.

Baca Juga: Ruselli dan Fitriani Angkat Koper Lebih Awal dari Indonesia Masters 2020

Karena kekalahan itu kecewa jelas dirasakan pebulu tangkis berusia 20 tahun tersebut saat ini. Gregoria mengaku sedih karena tak bisa mengatasi Yamaguchi saat tampil di Istora Senayan. Ia pun merasa permainanya cukup buruk sehingga mampu dimanfaatkan lawan.

Salah penerapan taktik juga menjadi alasan Gregoria kalah dari Yamaguchi. Menurut Gregoria, jika saja di game kedua ia tak melakukan kesalahan seperti yang terjadi di game ketiga, maka peluang dirinya menang di set kedua itu bisa semakin besar.

"Di game kedua awal, penyesuaian saya lambat, saya gampang bikin kesalahan sendiri. Seharusnya sudah tahu di game pertama Yamaguchi mainnya seperti apa, tapi saya malah melakukan kesalahan yang sama. Kalau saya lebih cepat kuasai lapangan, dia juga sudah terbebani kalah di game pertama dan pasti akan ramai,” kata Gregoria, dilansir dari PBSI, Kamis (16/1/2020).

Selain salah penerapan taktik, Gregoria juga merasa sempat kebingungan untuk bisa mematikan Yamaguchi. Padahal menurutnya, ada banyak peluang untuk mematikan wakil Jepang tersebut, tapi ketika berada di momen tersebut Gregoria justru kebingungan.

"Di game ketiga finishing saya selalu bisa diantisipasi oleh dia, dia sudah tahu arahnya mau defense ke mana. Mau mematikan dia tapi sambungannya tidak tahu lagi mau ke mana,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini