HAMAMATSU – Pembalap Suzuki Ecstar, Joan Mir, meyakini kalau kualitasnya di lintasan tak kalah hebat dengan pembalap anyar Petronas Yamaha, Fabio Quartararo. Sebagaimana diketahui, musim lalu Mir merupaka pembalap debutan yang bernaung di tim pabrikan.
Sementara Quartararo dan satu pembalap debutan lainnya, yakni Francesco Bagnaia memulai musim perdana bersama tim satelit di MotoGP 2019. Sayang, performa Mir bersama Suzuki bisa dikatakan kurang bersinar.
Baca juga: Dapat Dua Motor Terbaik dari Yamaha, Petronas Siap Tampil Maksimal di MotoGP 2020

Pembalap Spanyol itu hanya mampu berada di peringkat ke-12 di akhir musim. Pencapaian terbaik Mir adalah ketika menempati posisi kelima di GP Australia.
“Mengkritik diri sendiri sangat penting bagi pembalap. Jika tidak, ia akan selalu berbohong pada diri sendiri. Anda bisa membodohi orang-orang sekitar, tapi semua direkam oleh data telemetri. Hal-hal negatif yang terjadi pada 2019 adalah salah saya sendiri. Saya tahu tanggung jawab saya,” ujar Mir, melansir dari laman Motosprint, Senin (6/1/2020).
“Fabio tak pernah jadi referensi saya. Talentanya tak bersinar di Moto3. Saat kami mengendarai motor yang sama, saya selalu ada di depannya. Di Moto2, ia juga tak langsung beradaptasi, dan baru pada musim kedua ia meraih hasil baik. Saya tak yakin Fabio punya kelebihan daripada saya,” tambahnya.

“Tapi saya juga belum ada di level Marc. Pada 2019, saya adaptasi dan berkembang, sementara Marc sudah punya visi yang jelas. Ia tahu benar apa yang ia butuhkan untuk tampil kuat. Saya pun sudah melewati masa 'magang', jadi saya harus terus berkembang,” tandasnya.
(Ramdani Bur)