Matsumoto/Nagahara Dapat Pelajaran Berharga Usai Ditaklukkan Chen/Jia

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Selasa 17 Desember 2019 05:14 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 17 40 2142744 matsumoto-nagahara-dapat-pelajaran-berharga-usai-ditaklukkan-chen-jia-fA2Qa8hmqr.jpg Mayu Matsumoto dan Wakana Nagahara (Foto: BWF)

GUANGZHOU – Pasangan ganda putri Jepang, Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara, harus menelan luka lantaran gagal menjadi juara dalam gelaran BWF World Tour Finals 2019. Pasalnya, di partai puncak, Matsumoto/Nagahara ditumbangkan oleh pasangan China, Chen Qingchen/Jia Yifan, dua gim langsung dengan skor 14-21 dan 10-21.

Dalam turnamen tersebut, Matsumoto/Nagahara sebenarnya cukup diunggulkan. Apalagi mereka datang dengan status sebagai juara dunia 2018 dan 2019. Akan tetapi, pada akhirnya Matsumoto/Nagahara harus mengakui ketangguhan dari Chen/Jia.

Baca juga: Ganda Campuran Indonesia Gagal Bersinar di Guangzhou, Ini Kata Nova Widianto

Chen Qingchen/Jia Yifan

Matsumoto/Nagahara menerangkan bahwa mereka sejatinya sudah lama tidak berhadapan dengan pasangan China. Hal itulah yang kemudian membuat mereka kerepotan dalam meladeni permainan Chen/Jia. Bahkan, di awal gim pertama Matsumoto/Nagahara tertinggal cepat 0-5.

Kendati demikian, Matsumoto/Nagahara menjelaskan bahwa mereka cukup senang bisa berhadapan dengan Chen/Jia. Sebab, setiap kali bersua dengan pasangan China, mereka merasa selalu mendapat pelajaran baru. Hal inilah yang kemudian mereka jadikan evaluasi.

“Sangat disayangkan bahwa kami tidak berhasil memenangkan BWF World Tour Finals. Sudah cukup lama sejak kami bertarung melawan pasangan China. Setiap kali kami bersua, kami menemukan banyak hal untuk dipelajari dari mereka, seperti bagaimana cara memukul balik tembakan mereka yang kuat dan bagaimana memanfaatkan drift. Kami harus mengerjakan hal-hal ini mulai sekarang," sebut Nagahara, mengutip dari laman resmi BWF, Selasa (17/12/2019).

Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara

“Secara keseluruhan, bisa bermain di final sangat penting bagi kami. Pertandingan ini memaksa kami untuk merenungkan strategi dan ketangguhan mental kami, yang sangat penting bagi kami untuk bermain di turnamen tahun depan,” tambah Matsumoto.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini