nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

SEA Games 2019, Taekwondo Indonesia Sumbang 2 Perak dan 7 Perunggu

Fetra Hariandja, Jurnalis · Senin 09 Desember 2019 21:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 09 43 2139927 sea-games-2019-taekwondo-indonesia-sumbang-2-perak-dan-7-perunggu-dkfJ6Y91hZ.jpg Taekwondo Indonesia (Foto: Istimewa)

MANILA - Cabang olahraga (cabor) taekwondo menyumbang dua medali perak dan tujuh medali perunggu di SEA Games 2019 yang berlangsung di Ninoy Stadium kawasan Rizal Memorial Sport Complex. Taekwondo Indonesia meraih 2 medali perak yang disumbang oleh Reynaldi Atmanegara yang bertarung di kelas U 54 Kg putra dan Mariska Halinda yang tampil di kelas U – 53 Kg putri

Dengan demikian, taekwondo Indonesia yang mulai dipertandingkan pada 7 Desember 2019 hingga sekarang telah meraih 2 perak dan 7 perunggu. Pada hari pertama taekwondo Indonesia meraih 5 medali perunggu yang di sumbang dari nomor poomsae (jurus). Pada hari kedua sebanyak 2 medali perunggu diraih di nomor kyorugi. Kemudian pada  Senin (9/12/2019) taekwondo Indonesia meraih 2 perak juga dari nomor kyorugi.

Taekwondo Indonesia (Foto: Istimewa)

Reynaldi Atmanegara tampil meyakinkan dengan mengalahkan lawan-lawannya di babak penyisihan dengan skor cukup telak. Taekwondoin asal Jawa Tengah tersebut, di babak awal berhasil mengalahkan wakil Kamboja, Mean Sophor dengan skor 31-13. Di babak selanjutnya Reynaldi mengalahkan wakil Timor Leste dengan skor 32-5. Akan tetapi, di final Reynaldi harus mengakui keunggulan wakil tuan rumah Filipina, Barbosa Kur dengan skor 26-10.

Mariska Halinda juga sukses mencapai final setelah dibabak penyisihan mengalahkan wakil  Myanmar dengan skor 30-3. Di babak selanjutnya, Mariska berhasil menundukkan wakil Filipna. Akan tetapi di final, Mariska gagal mempertahankan emas yang diraihnya di SEA Games Malaysia dua tahun lalu karena dikalahkan wakil Vietnam dengan skor 8-26.

BACA JUGA: Cabor Renang Sumbang Medali Perak untuk Indonesia di SEA Games 2019

Selain Reynaldi dan Mariska, di hari ketiga ini, sebenarnya Indonesia tampil dengan beberapa atlet kyorugi lainnya, namun semuanya gagal. Peraih medali emas SEA Games Malaysia 2017 lalu, Ibrahim Zarman yang tampil dikelas U–63 kg, gagal mempertahankan gelarnya. Padahal di babak awal taekwondoin asal Riau tersebut lolos dengan mengalahkan wakil Kamboja, Chun Soklo dengan skor 16-13. Akan tetapi, di babak selanjutnya Ibrahim harus kalah dari wakil Vietnam dengan skor tipis 12-13.

Aqila Ramadhani di kelas U-49 kg putri yang berhadapan dengan Wongpanattanakit Fanipak juga gagal melangkah ke babak selanjutnya. Melawan taekwondo asal Thailand, Aqila gagal dengan skor cukup telak. Bahkan kegagalan aqila banyak mendapat tanda tanya besar sebab dirinya kalah tanpa satu poin pun, yakni dengan skor 0-36. Selain Aqila, taekwondoin lainnya yakni Muhammad Bassam yang tampil di kelas U-58 Kg juga sebenarnya tampil luar biasa. Dibabak penyisihan, Basam berhasil mengalahkan taekwondoin asal Laos dengan skor telak 42 : 20, namun di babak selanjutnya dirinya gagal mengalahkan wakil  Singapura. Bassa kalah dengan skor 24-35. Atlet lainnya, Ni kadek Prikasih yang tampil, di kelas U – 46 kg juga gagal di babak awal karena dikalahkan wakil tuan rumah Grace Vero dengan skor 10-23.

Taekwondo Indonesia (Foto: Istimewa)

Dengan hasil ini, berarti taekwondo Indonesia belum mampu mencapai target 2 emas. Taekwondo Indonesia gagal mengulang prestasi di SEA Games 2017 Malaysia. Saat itu, taekwondo Indonesia dapat meraih 2 emas, 3 perak dan 4 perunggu. Emas waktu itu diraih di nomor kyorugi atas nama atlet Mariska Halinda (U-53 Kg putri) dan Ibrahim Zarman (U-63 Kg putra). Perak direbut atas nama Maulana Haidir (poomsae perorangan putra), Dinggo Ardian Prasyogo (U-74 Kg putra) dan Shaleha Fitriana Yusuf (U-62 Kg putri). Sedangkan perunggu diraih oleh Reinaldy Atmanegara (U-54 Kg Putra), Dhean Titania Fazrin (U-62 Kg putri), Maulana Haidir, Abdurahman Wahyu, M. Alfi Kusuma (poomsae beregu putra) dan Defia Rosmaniar, Ruhil, Mutiara Habiba (poomsae beregu putri)

Terkait dengan hasil di SEA Games 2019, Manajer  taekwondo Indonesia yang juga merupakan Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Yefi Triaji mengatakan taekwondo Indonesia sudah berjuang dengan sekuat tenaga untuk meraih hasil terbaik. Dirinya tetap mengapresiasi perjuangan para atlet dan seluruh tim pendukung lainnya yang sejak awal membantu.

Namun, dirinya mengakui bahwa penampilan taekwondo Indonesia memang banyak yang harus diperbaiki. Ada banyak faktor masalah, baik teknis maupun non-teknis, dan secara komprehensif semuanya sudah diidentifikasi sertas dianalisis secara objektif untuk selanjutnya dilaporkan kepada Ketua Umum.

Taekwondo Indonesia (Foto: Istimewa)

“Oleh karenanya, setelah SEA Games ini, kita akan segera melakukan evaluasi total. Berbagai masukan, saran bahkan kritik konstruktif akan PBTI akomodir untuk kemajuan prestasi taekwondo Indonesia kedepan," kata Yefi, dalam keterangan yang diterima Okezone, Senin (9/12/2019).

Sementara itu, Ketua Umum PBTI Letjen TNI (Purn) H. Thamrin Marzuki mengucapkan selamat atas perjuangan seluruh tim yang sudah dengan penuh semangat mengeluarkan segala kemampuannya untuk mengharumkan nama bangsa dan negara.

“Kalah dan menang itu biasa, tetapi segala kekurangan wajib kita evaluasi untuk bekal kemajuan kita ke depan," terang Thamrin.

Setelah ini dirinya meminta laporan dari manajer tim tentang segala aspek yang akan menjadi bahan evaluasi. Beliau juga berpesan secara khusus kepada para atlet yang baru kali ini tampil di SEA Games dan masih minim pengalaman internasional, bahwasanya apa yang dicapai kali ini merupakan pengalaman berharga dan harus menjadi pelajaran berharga untuk semakin meningkatkan potensi serta kemampuannya di masa depan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini