nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Akhiri Perjuangan di Denmark Open 2019, Jonatan: Saya Kecewa

Bagas Abdiel, Jurnalis · Jum'at 18 Oktober 2019 13:24 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 18 40 2118573 akhiri-perjuangan-di-denmark-open-2019-jonatan-saya-kecewa-GpTz6IQni2.jpg Jonatan Christie (Foto: Laman resmi PBSI)

ODENSE – Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, harus menelan kekecawaan ketika tersingkir di babak 16 besar Denmark Open 2019 yang berlangsung di Odense Sports Park, Kamis 17 Oktober 2019 malam WIB. Ia menyerah dari wakil tuan rumah, Rasmus Gemke dalam dua set langsung 17-21 dan 21-23.

Kekalahan tersebut terasa menyesakkan karena Jonatan sejatinya memiliki peluang untuk meraih kemenangan. Pasalnya dalam dua set tersebut, Jonatan selalu unggul atas Gemke di awal permainan. Akan tetapi Gemke berhasil melakukan tikungan yang membuat Jonatan akhirnya kalah.

Jonatan Christie (Foto: Laman resmi PBSI)

“Hasil ini cukup disayangkan. Bisa dibilang kecewa juga. Tapi ini jadi pelajaran buat saya untuk lebih matang lagi lebih konsisten dalam penerapan strategi dan lebih siap ketika lawan merubah pola,” ungkap Jonatan, mengutip dari laman resmi PBSI, Jumat (18/10/2019).

Baca juga Susah Payah ke Perempatfinal, Praveen/Melati Petik Pelajaran Berharga

Beberapa keunggulan Jonatan terjadi seperti pada set pertama yang unggul 11-6. Tetapi setelah interval, Gemke berhasil menyusul, membalikkan keadaan, dan menang. Situasi yang sama pun terjadi pada sat kedua, ketika Jonatan unggul 10-6 hingga 15-13. Tetapi keunggulan Jonatan tak mampu dipertahankan dan akhirnya kandas.

“Ada beberapa kali saya merasa seperti kurang bisa mengelola poin. Di game pertama sudah enak mainnya, sudah leading 13-7. Tapi di sana saya tidak mempersiapkan jika lawan merubah pola permainan. Di awal sebenarnya saya bisa cukup menekan, tapi setelah unggul saya jadi kurang siap,” tambahnya.

Jonatan Christie (Foto: Laman resmi PBSI)

“Tadi beberapa kali juga saya sempat lepas. Dia juga banyak membaca dan menebak pukulan-pukulan saya. Perubahan yang paling besar terasa saat saya leading 13-7, lawan malah bermain lebih enjoy dan rileks. Lebih berani menggunakan struk-struknya. Di game kedua juga keulang lagi. Setelah leading malah kebalik lagi karena kurang fokus,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini