nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cecchinello Ungkap Alasan Buruknya Performa Crutchlow di MotoGP 2019

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Selasa 15 Oktober 2019 12:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 15 38 2117057 cecchinello-ungkap-alasan-buruknya-performa-crutchlow-di-motogp-2019-Lt7NJ2dLJi.jpg Pembalap Tim LCR Honda, Cal Crutchlow. (Foto: MotoGP)

MONTE CARLO – Pembalap Tim LCR Honda, Cal Crutchlow, mungkin bisa dikatakan sedikit melempem di MotoGP 2019 ini. Bagaimana tidak, ketika musim 2019 sudah memasuki balapan ke-16, Crutchlow tercatat belum pernah berdiri di podium tertinggi satu kali pun.

Sejauh ini, hasil terbaik yang bisa diraih Crutchlow adalah hanya mampu finis di posisi ketiga. Tentu bila dibandingkan dengan musim lalu di mana ia mampu memenangkan seri Argentina hingga pernah hampir menang di Jepang membuat hasil MotoGP 2019 ini sangatlah buruk untuk pembalap asal Inggris tersebut.

Buruknya performa Crutchlow itu pun diakui oleh Bos dari LCR Honda, yakni Lucio Cecchinello. Menurut prinsipal tim tersebut, buruknya penampilan Crutchlow tak terlepas dari mesin serta sasis dari RC213V keluaran 2019, terutama pada bagian pengereman.

Baca Juga: Dovizioso Beberkan Perbedaan Utama Rossi dan Marquez

Aksi Cal Crutchlow ketika balapan berlangsung

Cecchinello tahu betul Crutchlow adalah tipe pembalap yang sangat kuat ketika melakukan pengereman. Namun, karena gaya balapannya itulah Crutchlow justru kesulitan menguasai sisi pengeraman RC213V edisi 2019, yang memiliki daya pengereman tak sebaik motor Honda keluaran 2018.

Cecchinello sering melihat ban belakang Crutchlow terangkat ketika melakukan pengereman sesaat ingin memasuki tikungan. Dengan ban belakang yang terangkat itu, jelas membuat manuver tikungan menjadi kurang maksimal. Hal itulah yang menjadi permasalahan utama Crutchlow di musim ini dan tengah diperbaiki Honda untuk motor keluaran 2020 mendatang.

“Cal (Crutchlow) sering mengeluh soal pengereman. Dia menginginkan motor yang lebih stabil di zona pengereman. Karena ketika dia balapan, roda belakang milik motornya kerap kali terangkat. Cal adalah pembala yang sangat kuat, ia melakukan rem dengan sangat keras sambil mengurangi kecepatan. Ia melakukan rem depan dengan kuat. Entah kenapa, roda belakang motor kami justru terangkat sangat tinggi,” terang Cecchinello, dikutip dari Speedweek, Selasa (15/10/2019).

Aksi Cal Crutchlow ketika balapan berlangsung

“Ketika roda belakang terangkat, lebih sulit untuk masuk ketika berada di tikungan. Selain itu, masalah dengan rem mesin pun muncul. Karena rem mesin akan bekerja lebih baik saat roda belakang menyentuh aspal. Ketika ban berada di udara, elektronik rem mesin menerima informasi yang berbeda,” tambahnya.

“Semua mesin motor MotoGP mengalami masalah di daerah tersebut. Namun bagi Cal, masalahnya semakin berat karena ditambah gaya balapannya. Karena itu kami jauh lebih menderita dari yang lain. Karena jika Anda melihat roda belakang Cal saat di zona pengereman, maka Anda melihat ban Cal jauh lebih tinggi ketimbang para pembalap lain. Itu sebabnya kami berurusan dengan masalah itu,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini