nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ducati Melaju Cepat Gunakan Ban Belakang Soft, Quartararo Bingung

Andika Pratama, Jurnalis · Jum'at 27 September 2019 19:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 27 38 2110203 ducati-melaju-cepat-gunakan-ban-belakang-soft-quartararo-bingung-7CZ4ZLSIzl.jpg Fabio Quartararo (Foto: MotoGP)

MUNDERFING – Pembalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, hanya mampu menyegel posisi lima di MotoGP Aragon 2019. Quartararo gagal meraih hasil lebih baik meski memulai balapan dari posisi dua tepat di belakang Marc Marquez (Repsol Honda) yang mendapatkan pole position sekaligus memenangkan MotoGP Aragon 2019.

Quartararo menduga ban belakang hard sebagai biang keladi kegagalannya mendapatkan podium pada balapan yang berlangsung di Sirkuit Aragon, Minggu 22 September 2019. Faktanya hampir semua pembalap Yamaha menggunakan ban belakang hard karena YZR-M1 kurang cepat saat menggunakan tipe soft di Sirkuit Aragon.

Andrea Dovizioso (Foto: MotoGP)

Namun, hasil sebaliknya justru didapatkan para pembalap Ducati seperti Andrea Dovizioso (Mission Winnow Ducati) dan Jack Miller (Pramac Ducati). Kedua pembalap itu justru tampil cepat saat menggunakan ban belakang soft. Dovizioso yang memulai balapan dari posisi 10 mampu finis di podium kedua sedangkan Miller ada di belakangnya.

BACA JUGA: Quartararo Gemilang di MotoGP 2019, Rossi: Dia Luar Biasa!

Quartararo cukup bingung melihat penampilan Dovizioso dan Miller. El Diablo –julukan Quartararo– pun meminta timnya untuk menganalisis masalah di Sirkuit Aragon agar tak terjadi lagi pada balapan berikutnya yakni MotoGP Thailand 2019 yang akan berlangsung di Sirkuit Buriram, Minggu 6 Oktober 2019.

Fabio Quartararo (Foto: MotoGP)

“Saya tidak memiliki cengkeraman di sisi kiri ban belakang, saya merasa nyaman di tikungan kanan tetapi saya banyak kesulitan di sisi kiri sehingga kami perlu menganalisis mengapa ini terjadi. Mengapa juga Ducati mampu menggunakan ban belakang lembut dengan sangat cepat,” kata Quartararo, seperti yang dikutip dari Motorsportweek, Jumat (27/9/2019).

“Saya pikir kami punya pekerjaan untuk tahu mengapa, tapi saya juga cukup senang karena tujuan kami adalah finis di lima besar dan kami mencapai itu. Pada akhirnya langkah kami bagus tapi tidak seapik Misano (MotoGP San Marino 2019). Jadi saya benar-benar tidak bisa bertahan dengan para pemimpin,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini