ALCANIZ – Pembalap Mission Winnow Ducati, Danilo Petrucci, tidak yakin timnya harus melakukan revolusi atau perubahan radikal demi mengatasi ketertinggalan dengan Honda. Sebab, pabrikan asal Bologna itu harus menghadapi salah satu pembalap terkuat sepanjang sejarah MotoGP, Marc Marquez.
Rider berkebangsaan Spanyol itu memang tampil dominan sepanjang musim MotoGP 2019. Marc Marquez mampu menyabet tujuh kemenangan dari 14 seri serta hanya sekali gagal finis di MotoGP Amerika Serikat. Belum lagi, dari enam seri lainnya, The Baby Alien rutin naik podium.

Baca juga: Petrucci Berambisi Turunkan Berat Badan Demi Mampu Kompetitif Musim Depan
Sementara itu, Ducati total baru meraih tiga kemenangan musim ini, dua lewat Andrea Dovizioso dan satu disumbang oleh Danilo Petrucci. Pembalap berkebangsaan Italia itu menuturkan, Ducati tidak perlu revolusi, tetapi peningkatan nyaris di semua aspek, untuk melawan Marc Marquez.
“Saya tidak yakin kami harus membuat semacam revolusi, yang kami butuhkan adalah meningkatkan semua aspek, karena kita tidak boleh lupa bahwa Ducati sedang melawan pembalap terkuat sepanjang sejarah yang juga diberkahi motor kuat,” tutur Danilo Petrucci, dilansir dari Marca, Kamis (26/9/2019).
“Meski menang melawan Marquez selalu sulit dilakukan, tetapi kami harus tetap meningkatkan kemampuan motor,” imbuh pembalap berusia 28 tahun itu.

Mengalahkan Marc Marquez di sisa musim 2019 memang nyaris mustahil bagi Ducati. Namun, mereka bisa segera mengalihkan fokus untuk MotoGP 2020 dan mengembangkan motor Desmosedici GP20 sesuai masukan dari Andrea Dovizioso dan Danilo Petrucci.
(Fetra Hariandja)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.