nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Selain Ganda Putra, Susy Nilai 2 Nomor Ini Berpeluang Juara di China Open

Djanti Virantika, Jurnalis · Senin 16 September 2019 16:40 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 16 40 2105504 selain-ganda-putra-susy-nilai-2-nomor-ini-berpeluang-juara-di-china-open-kMOHzTLahe.jpg Susy Susanti. (Foto: Laman resmi PBSI)

CHANGZHOU – Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti, menilai peluang Indonsia untuk meraih gelar juara di ajang China Open 2019 tak hanya terdapat dari nomor ganda putra. Menurutnya, ada dua nomor lain yang juga memiliki kans untuk menyegel gelar juara di turnamen berlevel Super 1000 itu.

Kedua nomor tersebut adalah ganda campuran dan tunggal putra. Hal ini diyakini Susy lantaran penampilan yang apik dapat ditunjukkan oleh wakil Indonesia dari nomor tersebut. Sayangnya, penampilan para pemain di nomor ini masih belum stabil sehingga peluang sering kali hilang saat mengikuti perlombaan di beberapa kompetisi.

BACA JUGA: 5 Wakil Indonesia Terakhir yang Juara China Open

Karena itu, Susy pun meminta para pemain elite untuk fokus saat tampil di China Open 2019. Sebab, hasil dari ajang ini sangat penting untuk membantu para pemain dalam merebut tiket ke Olimpiade. Perlombaan di China Open 2019 dinilai menjadi salah satu kesempatan bagi para pemain untuk mendongkrak rangking mereka karena menawarkan poin yang tinggi.

Penampilan Anthony Sinisuka Ginting

Saat ini, penghitungan poin ke Olimpiade Tokyo 2020 masih terus berlangsung. Tetapi, waktunya akan semakin sempit karena akan berhenti di kejuaraan Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2020 yang akan digelar pada April 2020.

"Saat ini yang paling stabil memang ganda putra, tapi ada beberapa sektor yang punya kesempatan, yaitu ganda campuran dan tunggal putra. Pada tahun lalu, di China Open Super 1000 tahun lalu, di Asian Games 2018, kami kan juga bisa dapat gelar dari tunggal putra," ujar Susy, sebagaimana dikutip dari laman resmi PBSI, Senin (16/9/2019).

Penampilan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja

"Ganda campuran pun waktu itu bisa mengalahkan yang juara. Tapi, kalau ketemu yang enggak juara, masih kalah juga. Jadi masih belum konsisten, belum yakin. Sebetulnya, kematangan pemain itu bisa tertempa dari pertandingan demi pertandingan, banyak pengalaman dan pembelajaran," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini