SILVERSTONE – Pembalap KTM Red Bull, Pol Espargaro, amat kesal dengan perilaku Sylvain Guintoli (pembalap penguji Suzuki Ecstar) di sesi latihan bebas kedua MotoGP Inggris 2019. Menurut Pol, Guintoli menghalanginya untuk menyegel posisi lima besar.
Pol yang sebelumnya sempat kesusahan di sesi latihan bebas pertama melakukan beberapa perubahan. Pol yang mendapatkan posisi 17 dengan kombinasi lunak-medium mengganti ban belakang dengan tipe keras pada sesi latihan bebas kedua dan hasilnya cukup memuaskan karena kecepatan meningkat.

Namun, saat Pol mendapatkan kecepatan yang bagus ada Guintoli di jalurnya. Keberadaan Guintoli cukup membuat kesal Pol karena ia menilai pembalap penguji Suzuki itu tahu bahwa dirinya ada di belakang tetapi tidak menghindar. Akibat keberadaan Guintoli akhirnya Pol gagal mendapatkan posisi lima besar.
BACA JUGA: Pol Espargaro Sambut Positif Kehadiran Binder pada MotoGP 2020
Adik kandung dari Aleix Espargaro (Aprilia Gresini) itu hanya bisa menduduki posisi 13 pada akhir sesi latihan bebas kedua MotoGP Inggris 2019. Pol pun menegaskan ia tak akan bisa memaafkan perilaku Guintoli yang amat merugikan dirinya.

“Di pagi hari saat sesi latihan bebas pertama saya mengalami masalah dengan ban belakang sedang. Saya merasa akan sedikit membosankan dengan kombinasi ban campuran. Di sore hari kami pergi dengan ban belakang yang keras dan bekerja jauh lebih baik. Dia memiliki pegangan yang baik, stabilitas yang baik. Dan dia telah melakukan banyak hal baik. Tetapi ketika saya memiliki ban lunak di depannya, Guintoli menghalangi, saya harus mematikan gas, jika tidak waktu saya mungkin sudah cukup untuk 5 besar," papar Pol, seperti yang dikutip dari Speedweek, Sabtu (24/8/2019).
"Saya memiliki simpati untuk perilaku seperti itu, karena pembalap penguji tidak terbiasa berpacu dengan kami di trek. Mereka tidak memiliki kecepatan. Tapi itu adalah hukum MotoGP bahwa Anda tidak diizinkan berjalan-jalan di jalur balap. Perilaku seperti itu sangat berbahaya bagi kami. Itu sebabnya saya akan membahas topik ini di Komisi Keamanan. Saya marah karena Anda mengambil risiko sangat besar di putaran tercepat ini pula. Dan kemudian rekan pembalap Anda tidak perlu ditempatkan dalam bahaya di tikungan yang sangat cepat. Itu benar-benar tindakan yang berisiko,” pungkasnya.
(Andika Pratama)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.