nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dovizioso Berbagi Pengalaman soal Cedera yang Dialami Quartararo

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu 26 Juni 2019 06:19 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 26 38 2070930 dovizioso-berbagi-pengalaman-soal-cedera-yang-dialami-quartararo-mh5HcjguAM.jpg Andrea Dovizioso mengaku pernah mengalami sindrom kompartemen (Foto: MotoGP)

BOLOGNA – Pembalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, mengejutkan pecinta MotoGP setelah menjalani operasi bedah untuk mengatasi sindrom kompartemen di tangan kanannya beberapa waktu lalu. Sebab, operasi tersebut dilakukan pada jeda antar balapan, yakni seri Italia dengan Catalunya.

Beruntung, kondisi lengan Fabio Quartararo bisa pulih tepat waktu. Sindrom kompartemen diketahui merupakan masalah yang jamak terjadi kepada para pembalap MotoGP. Peningkatan tekanan pada kompartemen otot, dapat menghambat aliran darah sehingga distribusi oksigen terganggu.

Fabio Quartararo usai menjalani operasi bedah (Foto: Fabio Quartararo/Twitter)

(Baca juga: Kondisi Kian Membaik, Quartararo Pasang Target Tinggi di MotoGP Belanda)

Situasi tersebut menimpa beberapa pembalap sebelum Quartararo, sebut saja Andrea Dovizioso pada 2005, Jorge Lorenzo pada 2008, Cal Crutchlow pada 2014, dan Alex Rins pada 2015. Dovizioso mengatakan, problem tersebut biasanya terjadi saat seorang pembalap naik kelas.

“Masalah biasanya terjadi saat Anda naik atau pindah kelas. Anda tidak bisa cukup rileks dengan motor. Jika Anda ingin tahu seberapa banyak energi yang kami habiskan di motor, dimulai dari otot, Anda pasti tercengang,” papar Andrea Dovizioso, mengutip dari Corse di Moto, Rabu (26/6/2019).

“Tentu saja cara Anda berkendara juga berpengaruh pada tubuh. Setiap pembalap menggunakan tubuhnya dengan cara yang berbeda, tergantung pula apakah Anda mengendarai motor dengan agresif atau tidak,” imbuh pembalap berusia 33 tahun tersebut.

Andrea Dovizioso menyebut situasi tersebut wajar ketika pembalap baru naik kelas (Foto: MotoGP)

Karakter motor serta cara berkendara memegang peranan penting bagi tubuh seorang pembalap. Valentino Rossi misalnya, dengan cara berkendara yang lebih halus, mengaku tidak pernah mengalami masalah dengan sindrom kompartemen otot.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini