nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

MotoGP Catalunya 2019 Punya Potensi Jadi Balapan Legendaris

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Sabtu 22 Juni 2019 17:22 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 22 38 2069685 motogp-catalunya-2019-punya-potensi-jadi-balapan-legendaris-AReLwsByDT.jpg Jorge Lorenzo sebabkan kecelakaan di MotoGP Catalunya 2019 (Foto: Laman resmi MotoGP)

NEW YORK – Mantan pembalap motor grand prix, John Hopkins, menilai bahwa gelaran MotoGP Catalunya 2019 yang dilangsungkan akhir pekan lalu bisa saja menjadi balapan yang melegenda. Karena menurutnya, dalam balapan tersebut terdapat banyak faktor menarik yang sulit untuk dilupakan.

Kejadian utama yang tersaji dalam balapan tersebut tentunya adalah kecelakaan beruntun yang terjadi pada tikungkan ke-10 di lap kedua. Pembalap Repsol Honda, Jorge Lorenzo, menjadi biang rusuh dengan menabrak motor balap Andrea Dovizioso, yang kemudian menjatuhkan Maverick Vinales dan Valentino Rossi juga.

(Baca juga: Ambisi Marquez Jaga Konsistensi Hingga Akhir Musim)

MotoGP Catalunya 2019

Menurut Hopkins, kejadian tersebut tak akan bisa dilupakan karena kecelakaan terjadi ketika para pembalap sedang memperebutkan posisi terdepan. Dalam balapan tersebut, total terdapat 11 pembalap yang gagal menyelesaikan balapan karena mengalami kecelakaan. Ini merupakan salah satu yang terbanyak.

“Balapan tersebut memiliki semua bahan untuk menjadi legendaris. Tampaknya itu bisa menjadi salah satu balapan terbaik musim ini, mengingat Mugello juga sudah sangat baik. Tapi sayangnya, manuver Lorenzo sangat menentukan karena itu menghancurkan banyak pesaing," jelas Hopkins, mengutip dari Speedweek, Sabtu (22/6/2019).

Kendati demikian, Hopkins tak ingin melimpahkan segala kesalahan kepada Lorenzo. Menurutnya, kecelakaan yang diakibatkan oleh Lorenzo tersebut adalah sesuatu yang wajar. Hopkins sendiri mengaku pernah menjadi biang keladi kecelakaan beruntun kala masih aktif membalap.

Jorge Lorenzo jadi biang kerok di MotoGP Catalunya 2019

“Itu adalah kesalahan normal yang memiliki konsekuensi yang mengerikan. Sayangnya, saya telah membuat kesalahan yang sangat mirip dalam karier saya. Di Motegi pada tikungan pertama, tiga hingga lima pembalap gugur - dengan kesalahan yang sama. Saya melewatkan titik pengereman dan bertabrakan dengan pengemudi lain," lanjutnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini