nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sirkuit Brno Terancam Hilang dari Kalender MotoGP

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu 12 Juni 2019 17:14 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 12 38 2065746 sirkuit-brno-terancam-hilang-dari-kalender-motogp-X6heLCc2D0.jpg Keberlangsungan balapan MotoGP di Sirkuit Automotodrom Brno terancam terhenti (Foto: MotoGP)

BARCELONA – Kabar buruk datang dari Sirkuit Automotodrom Brno, Republik Ceko. Setelah rutin menggelar balapan MotoGP (500cc) sejak 1965, ada kemungkinan MotoGP Republik Ceko 2019 merupakan yang terakhir kalinya digelar di sirkuit tersebut.

Sirkuit Brno hanya absen empat kali dari kalender MotoGP (1983, 1986, dan 1992) sejak menggelar lomba pada 1965. Kontrak Sirkuit Brno dengan promotor MotoGP, Dorna, memang baru berakhir pada 2020. Namun, ada kemungkinan kontrak tersebut diakhiri lebih cepat.

Pemangkasan dana hibah dari Pemerintah Republik Ceko menjadi penyebab kemungkinan hilangnya balapan MotoGP di Brno. Pemerintah Republik Ceko memangkas dana bantuan dari 2,5 juta Euro (setara Rp40,3 miliar) menjadi 1,5 juta Euro (setara Rp24,2 miliar).

Sirkuit Automotodrom Brno, Republik Ceko (Foto: MotoGP)

(Baca juga: 5 Pemenang Terakhir MotoGP Catalunya, Dominasi Yamaha dan Ducati)

Kabar tidak mengenakkan tersebut disampaikan oleh Karel Abraham, yang merupakan anak pengelola sirkuit. Pembalap Reale Avintia Ducati tersebut mengatakan, dukungan dana dari Pemerintah Republik Ceko sangat krusial dalam menggelar balapan MotoGP.

“Benar, mungkin saja tahun ini yang terakhir (MotoGP Republik Ceko). Ada beberapa hal yang sangat sulit dilakukan untuk mempertahankan penyelenggaraan balapan di Brno. Yang paling penting adalah dukungan dari pemerintah,” ujar Karel Abraham, mengutip dari Motorsport, Rabu (12/6/2019).

“Hampir semua sirkuit yang menggelar balapan mendapat dukungan dari pemerintah, tetapi entah kenapa pemerintah kami seperti punya isu tersendiri. Itu masalah utamanya. Mereka tidak memberi dukungan yang cukup sesuai kebutuhan kami untuk tahun ini. Kami tidak tahu pendanaan untuk musim berikutnya,” imbuh pembalap berusia 29 tahun tersebut.

Karel Abraham

Karel Abraham merasa pemangkasan dana tersebut tidak adil karena pemerintah mendapat pemasukan cukup besar dari pajak. Jika pengelola sirkuit harus mengeluarkan uang demi tetap berpartisipasi, maka akan mengalami kerugian dalam jumlah cukup besar.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini