Diakui oleh Yaqiong kalau ia banyak belajar dari kekalahan memilukan tersebut. Tak ayal, meski kini dirinya bersama Zheng Siwei tengah menjadi pemuncak dan tampil impresif di berbagai turnamen, namun mereka enggan jemawa. Terlebih lagi, belum lama ini mereka sempat tumbang di semifinal Singapura Open 2019 oleh pasangan Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai.

“Saya belajar banyak dari pertandingan itu (final Piala Sudirman 2017). Turnamen beregu berbeda dengan turnamen individu. Saya belajar bagaimana menangani diri sendiri dalam situasi seperti itu. Itu (kekalahan di Singapura Open 2019) adalah peringatan bagi kami sebelum Piala Sudirman - ini menunjukkan bahwa kami bukannya tidak terkalahkan,” jelas Yaqiong, melansir dari laman resmi BWF, Selasa (21/5/2019).
(Fetra Hariandja)