“Saya sudah menyaksikannya sejak di ajang CEV. Dia benar-benar menghabisi semua pembalap di sana, bakatnya sangat jelas meski masih belum terasah betul. Yamaha sudah memantaunya cukup lama. Ketika Lin Jarvis bertanya kepada saya lima tahun lalu, saya menyebut Fabio,” tutur Wilco Zeelenberg, mengutip dari Speedweek, Senin (13/5/2019).
“Ketika Dani memutuskan mengakhiri karier balapnya dan tidak bergabung dengan kami, Fabio langsung menjadi target utama. Kami selalu yakin dapat menangani dengan baik bakat seperti Fabio Quartararo,” imbuh pria asal Belanda tersebut.

Wilco Zeelenberg menuturkan, Fabio Quartararo masih punya satu kelemahan mendasar, yakni emosi. Ia sangat mudah kehilangan kesabaran sehingga harus berkali-kali diingatkan untuk tetap tenang. Beruntung, Quartararo termasuk pembalap yang mau terbuka menerima masukan.
(Fetra Hariandja)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.