Namun, permasalahan mekanis membuat Quartararo hanya bisa menggunakan gigi tiga. Lama-kelamaan posisi Quartararo pun semakin melorot hingga akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke garasi. Saat sampai di garasi Yamaha SRT, Quartararo tampak menangis karena melewatkan kesempatan emas untuk berada di podium MotoGP Spanyol 2019.

“Dia (Quartararo) jelas melihat podium, dia tidak membiarkan Marc (Marquez melenggang sendirian) dan meninggalkan yang lain. Ketika Anda melihat podium MotoGP untuk pertama kalinya itu seperti piala suci untuk setiap pembalap,” ujar Crafar, seperti yang dikutip dari laman resmi MotoGP, Sabtu (11/5/2019).
“Quartararo yang malang, untuk memastikan dia akan melakukannya dan itu ada di sana untuk diambil kemudian kegagalan mekanis menghentikannya. Saya berada di luar garasi ketika dia masuk dan menangis. Sedih sekali, saya jujur ikut menangis,” sambung pandit MotoGP itu.
“Saya tidak mencoba untuk menjadi dramatis, saya hanya mencoba untuk menunjukkan bagaimana rasanya sebagai pembalap, itu adalah hal yang paling penting dalam hidup Anda dan Anda akan mendapatkan piala suci yang berarti Anda dapat mengepalkan tangan Anda ke meja dan berkata, ‘Lihat? Saya cukup baik. Ini bagus dan saya bisa mendapatkan podium di MotoGP,” pungkasnya.
(Rivan Nasri Rachman)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.