“Jerez sulit tahun lalu, 2017 dan 2018 adalah bencana bagi Yamaha, kami lambat. Paling bencana adalah musim 2017, sedangkan pada 2018 sedikit lebih baik. Tapi saya sangat lambat dalam sesi latihan dan sepanjang akhir pekan,” ungkap Rossi, mengutip dari Motorsport-Total, Kamis (17/4/2019).

Di luar hasil buruk tersebut, Rossi mengaku sangat menyukai lintasan Sirkuit Jerez. Hal itu mampu dibuktikan kala Rossi sukses meraih podium secara berturut-turut pada 2014 hingga 2016. Sementara pada 2017 dan 2018, VR46 kurang tampil garang.
“Saya suka trek di Jerez, tetapi dalam beberapa tahum terakhir ini tidak mudah bagi kami. Itu penting untuk memahami apabila kami ingin kuat di sana. Mungkin kami akan lebih baik dengan aspal baru,” pungkas pembalap berusia 40 tahun tersebut.
(Bagas Abdiel)