nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fitriani Akhiri Paceklik Tunggal Putri Indonesia Selama 6 Tahun

Bagas Abdiel, Jurnalis · Senin 14 Januari 2019 04:23 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 14 40 2003940 fitriani-akhiri-paceklik-tunggal-putri-indonesia-selama-6-tahun-DwzHDbeaCc.jpg Fitriani (Foto: Laman resmi PBSI)

BANGKOK – Pebulu tangkis , Fitriani, sukses mengakhiri penantian gelar juara untuk Indonesia di sektor tunggal putri. Setelah menunggu gelar selama enam tahun lebih, Fitriani akhirnya melepas masa paceklik tunggal putri dengan menjuarai Thailand Masters 2019 Super 300.

Fitriani yang tidak diprediksi akan melangkah jauh di turnamen pembuka 2019 itu ternyata mampu membuktikan diri dengan menjadi juara. Pada laga final, Fitriani mempermalukan wakil tuan rumah, Busanan Ongbamrungphan dalam dua set langsung 21-12 dan 21-14.

Fitriani (Foto: Laman resmi PBSI)

Kemenangan itu disambut sujud syukur Fitriani yang berhasil memecahkan kebuntuan sektor tunggal putri. Indonesia sendiri harus menunggu selama enam tahun untuk bisa meraih gelar juara tunggal putri di ajang BWF World Tour. Atau dahulu sering disebut sebagai turnamen berlevel dari Grand Prix Gold hingga Superseries.

Baca juga Taklukkan Wakil Tuan Rumah, Fitriani Sabet Gelar Juara Thailand Masters 2019

Akan tetapi penantian enam tahun tersebut merupakan gelar yang diraih pada turnamen yang diadakan di luar Indonesia. Sementara dari keseluruhan turnamen yang setara BWF World Tour (baik di atau luar Indonesia), Fitriani memecah kebuntuan selama empat tahun lebih.

Terakhir Indonesia memenangi turnamen setara BWF World Tour di luar Tanah Air adalah pada Desember 2012 melalui Lindaweni Fanetri. Kala itu, Lindaweni sukses memenangi turnamen Syed Modi Internasional Grand Prix Gold atau yang saat ini setara BWF World Tour Super 300.

Fitriani (Foto: Laman resmi PBSI)

Sementara gelar tunggal putri Indonesia terakhir di turnamen selevel BWF World Tour adalah pada September 2014. Saat itu kemenangan diraih Adriyanti Firdasari di ajang Indonesia Masters Grand Prix Gold yang digelar di Palembang.

Melihat catatan tersebut, setidaknya Indonesia membutuhkan waktu panjang untuk tunggal putri merebut gelar juara. Fitriani kini membuka harapan baru bagi Indonesia setelah Gregoria Mariska Tunjung yang pada 2017 juga tampil sebagai juara dunia junior.

(Bad)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini