nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hengkangnya Lorenzo Buat Suasana Ducati Lebih Harmonis

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Minggu 13 Januari 2019 14:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 13 38 2003800 hengkangnya-lorenzo-buat-suasana-ducati-lebih-harmonis-NgJaemoXIh.jpg Duo pembalap Ducati Corse Andrea Dovizioso dan Jorge Lorenzo (Foto: Ducati Motor/Twitter)

BOLOGNA – CEO Ducati Corse, Claudio Domenicali, senang dengan kepergian Jorge Lorenzo dari timnya. Sebab, menurut pria asal Italia tersebut, kepergian Lorenzo ke Repsol Honda justru akan membuat suasana tim lebih harmonis menyambut MotoGP 2019.

Sebagaimana diberitakan, Jorge Lorenzo terlibat perang kata-kata dengan rekan setimnya, Andrea Dovizioso, pada paruh kedua musim MotoGP 2018. Namun, perseteruan tersebut diyakini tidak akan lagi terjadi pada musim depan.

(Baca juga: Bos Ducati Komentari Potensi Hubungan Panas Marquez-Lorenzo di Honda)

Andrea Dovizioso dan Jorge Lorenzo

Ducati sudah memutuskan untuk merekrut Danilo Petrucci sebagai pendamping Dovizioso. Untuk pertama kalinya sejak musim balap 2016, Ducati Corse memiliki dua orang pembalap asal Italia. Domenicali bisa bernapas lega karena Petrucci pernah mengungkapkan tidak ingin bermusuhan dengan Dovi.

“Suasana tim lebih harmonis sekarang. Andrea (Dovizioso) dan Danilo (Petrucci) tentu akan bekerja sama. Pasangan ini punya potensi yang tidak bisa dikeluarkan oleh duet sebelumnya,” ujar Claudio Domenicali, dilansir dari Speedweek, Minggu (13/1/2019).

“Ada banyak perang kata-kata dan keributan antara Jorge (Lorenzo) dan Andrea. Saya sadar hal-hal seperti ini juga menjadi penghambat kami musim lalu. Kami harus menunggu lebih dulu bagaimana nanti duet baru bekerja. Akan tetapi, saya optimis situasinya akan lebih positif,” imbuh pria berkebangsaan Italia itu.

Danilo Petrucci

Domenicali tidak ketinggalan mengomentari potensi terjadinya keributan antara Marc Marquez dan Jorge Lorenzo kelak di Repsol Honda. Walau mengakui masih terlalu dini untuk memberi penilaian, Claudio Domenicali menyebut amat sulit memiliki dua pembalap terbaik dalam satu tim.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini