Akan tetapi dari situlah mental Petrucci sebagai pembalap profesional terbentuk. Petrucci bahkan menjadi komentar-komentar negatif tersebut sebagai pelecut semangatnya, agar bisa tampil lebih baik lagi di masa mendatang.

“Usai balapan, saya ada di paddock dekat motorhome. Beberapa orang meminta tanda tangan saya. Ketika mereka akan memberikan pena, salah satu memandang saya dan berkata, 'Kau yang tadi jatuh'. Saya bilang, 'Ya, aku yang jatuh di lap terakhir tadi.' Kemudian ia batal meminta tanda tangan saya,” kenang Petrucci, seperti disadur dari GPOne, Kamis (10/1/2019).
“Jujur saja, hingga saat ini saya masih belum bisa melupakan kejadian itu. Akan tetapi saya tidak pernah merasa dendam kepada orang-orang, saya justru menjadikan itu sebagai pemacu semangat saya untuk memperbaiki kekurangan saya sebagai pembalap,” tuntasnya.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.