MATTIGHOFEN – Bos KTM Red Bull, Mike Leitner, mengeluhkan ketidakadilan yang dialami timnya sebagai sebuah tim pendatang baru di MotoGP. Menurutnya, pengelola MotoGP tak lagi memberi keistimewaan bagi pabrikan pendatang baru seperti halnya Honda dan Ducati dahulu.
Leitner menuturkan, pada suatu masa tim-tim pabrikan dari Jepang seperti Honda dan Yamaha diberi jatah lima mesin saja sementara Ducati sebagai pendatang baru mendapat 12 buah. Selain itu, pabrikan asal Italia tersebut diberi kelonggaran memakai 2 liter bahan bakar lebih banyak serta ban berkompon soft.
(Baca juga: Leitner Ungkap Peran Besar Bradley Smith untuk KTM di MotoGP 2018)

Pria asal Austria itu menyesalkan keistimewaan sebagai pendatang baru tersebut tidak lagi diberikan saat KTM masuk ke MotoGP pada 2016. Menurutnya, keuntungan yang diberikan kepada tim-tim pendatang baru saat ini lebih kecil dibandingkan masa lalu. Sebagai contoh, timnya hanya diperbolehkan memakai sembilan mesin atau dua buah lebih banyak dari tim pabrikan.
“Pengembangan motor sangat sulit sepanjang musim lalu. Selain pembalap yang cedera, dari sisi regulasi juga susah. Anda tidak bisa mengubah beberapa parameter dan ini sangat menyulitkan bahkan ketika Anda punya keuntungan dua mesin lebih banyak dari yang lain,” ujar Mike Leitner, dilansir dari Crash, Rabu (9/1/2019).
“Akan tetapi, Anda tidak punya keuntungan yang besar seperti masa lalu di mana tim-tim pabrikan diberi lima mesin sementara Ducati 12 buah. Sekarang keuntungan-keuntungan seperti itu tidak lagi diberikan, tim pendatang baru hanya memiliki sedikit keistimewaan,” imbuh pria berusia 56 tahun itu.

Eks teknisi di Repsol Honda itu mengatakan, KTM Red Bull saat ini tengah memasuki tahun ketiganya di MotoGP. Adalah hal yang wajar jika tim asal Mattighofen, Austria, itu belum mampu bersaing dengan Ducati, Honda, dan Yamaha, yang sudah puluhan tahun berkiprah di MotoGP.
(Fetra Hariandja)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.