KTM Sudah Setuju Pedrosa Takkan Ikut Balapan MotoGP

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Senin 07 Januari 2019 07:23 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 07 38 2000811 ktm-sudah-setuju-pedrosa-takkan-ikut-balapan-motogp-v2UUbgvlht.jpg Dani Pedrosa (Foto: Laman MotoGP)

MUNDERFING – Pembalap penguji Tim KTM Red Bull, Dani Pedrosa, telah memutuskan kalau dirinya tak akan lagi mengikuti balapan di pentas MotoGP. Hal itu pun diterima dengan lapang dada oleh Direktur Balap Tim KTM, Pit Beirer. Ia mengaku paham dengan kondisi dan syarat yang diberikan Pedrosa tersebut.

Sebagai pembalap penguji, Pedrosa sebenarnya memiliki kesempatan untuk bisa kembali balapan di ajang MotoGP kala timnya memperoleh wildcard. Akan tetapi, karena Pedrosa sudah memutuskan untuk tak lagi mengikuti balapan, maka jika di kemudian hari Tim KTM menggunakan wildcard, mereka akan memilih pembalap penguji lainnya, yakni Mika Kallio untuk bertanding.

(Baca juga: Lorenzo Tak Begitu Yakin Bisa Bawa Honda Juara di MotoGP 2019)

Dani Pedrosa

Begitu pun jika ada pembalap utama KTM yang mengalami cedera sehingga harus absen dalam balapan, maka Kallio yang akan tampil menggantikan, bukan Pedrosa. Beirer menjelaskan kalau ia tak bisa memaksa Pedrosa untuk turun dalam balapan. Kendati begitu, jika pada akhirnya Pedrosa mau mengubah pikirannya, maka Beirer akan merasa senang.

“Itulah perjanjian saat ini. Mika Kallio adalah pembalap pengganti kami. Anda tidak boleh membujuk kuda balap untuk balapan. Dani telah mengakhiri kariernya, untuk beberapa alasan, termasuk mungkin karena ia tidak lagi ingin mengambil risikonya. Dia tahu persis apa yang dia butuhkan di garis depan, namun butuh sedikit risiko,” terang Beirer, menukil dari Speedweek, Senin (7/1/2019).

Dani Pedrosa

“Dia tidak ingin melakukan itu lagi, jadi dia berhenti. Maka dia akan gila jika dia masih dipaksa menyelesaikan misi wildcard. Dia tidak akan pernah balapan lagi. Jika dia tidak siap untuk mengambil risiko pada tahun 2018, dia tidak akan mau melakukannya sebagai pembalap wildcard. Karena itu, keputusannya benar-benar dapat dimengerti oleh kami,” tukas Beirer.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini