nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bertemu Wakil Jepang di Semifinal Prancis Open 2018, Gresyia/Apriyani Siap Hapus Tren Buruk

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Sabtu 27 Oktober 2018 15:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 27 40 1969731 bertemu-wakil-jepang-di-semifinal-prancis-open-2018-gresyia-apriyani-siap-hapus-tren-buruk-U4GYSbDb5E.jpg Greysia/Apriyani. (Foto: Laman resmi PBSI)

PARIS – Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, akan bersua perwakilan Jepang, Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara, di semifinal Prancis Open 2018 pada Sabtu (27/10/2018). Lagi-lagi Greysia/Apriyani melawan pasangan asal Jepang ketika mencapai di semifinal suatu kompetisi yang diikuti mereka.

Pertemuan antara Greysia/Apriyani dengan Matsumoto/Nagahara menjadi pertandingan semifinal ketujuh mereka melawan pasangan ganda putri berkebangsaan Jepang. Fakta menyedihkannya, Greysia/Apriyani selalu terhenti langkah kakinya di enam semifinal sebelumnya tersebut.

Baca Juga: Alasan Gregoria Mundur di Perempatfinal Prancis Open 2018

Tentu Greysia/Apriyani tak ingin kejadian di enam laga semifinal sebelumnya terulang kembali di Prancis Open 2018. Karenanya, Greysia/Apriyani mengaku sangat siap untuk melepaskan tren buruk mereka setiap bertemu perwakilan Jepang tersebut. Greysia mengaku tak ingin kehilangan terus-terusan peluang mereka yang bisa saja mencapai final.

Maka dari itu, Greysia/Apriyani akan berjuang keras dan berharap tak lagi menyia-nyiakan kesempatan yanga ada. Mereka berjanji akan bermain fokus agar bisa keluar dari tekanan yang diberikan oleh duo pebulu tangkis asal Jepang tersebut.

“Kami mau menang, nggak mau kalah, kami nggak mau terbentur terus sama pemain Jepang. Kali ini kami dapat kesempatan ke semifinal, tidak mudah ke semifinal, jujur ini melelahkan secara pikiran, jadi kami tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini," kata Greysia, seperti dilansir dari laman resmi PBSI, Sabtu (27/10/2018).

“Jepang punya banyak 'peluru', seperti tidak habis-habis. Tiap ketemu kami berulang-ulang di semifinal, mereka bergantian menghadapi kami di semifinal. Jadi ibaratnya kalau mereka nilainya tiga, kami harus lima, dari segi tenaga dan pikiran, harus benar-benar fokus untuk bisa keluar dari trauma dan tekanan pasangan Jepang," tambah pebulu tangkis kelahiran 1987 tersebut.

(RNR)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini