“Tentu saja kami melewati pertarungan yang hebat musim lalu. Sangat hebat rasanya bertarung hingga tikungan terakhir. Kami sama-sama memberikan yang terbaik hingga akhir. Terpenting, kami sama-sama saling menghormati,” ujar Marc Marquez, dinukil dari Motorsport, Rabu (10/10/2018).
“Kami punya gaya balap dan motor yang berbeda. Dia (Dovizioso) unggul pada beberapa aspek, demikian juga saya. Saya lebih mirip Schwantz yang senang mengerem terlambat. Tetapi, target saya sekarang adalah mengubah gaya balap yang mirip Dovi: halus, dengan sudut kemiringan lebih sedikit, dan banyak akselerasi,” imbuh pembalap berusia 25 tahun itu.

Marquez sendiri mengakui dirinya tidak malu menggunakan taktik Dovizioso pada balapan MotoGP Thailand 2018. Ia membiarkan pembalap Ducati Corse itu menyusulnya di tikungan, memberi ruang yang cukup untuk masuk, sebelum kemudian balik menyalip lewat akselerasi bertenaga.
(Fetra Hariandja)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.