nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Alasan Lorenzo Tampil Ngotot di Misano yang Buat Dirinya Terjatuh

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Minggu 16 September 2018 14:14 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 16 38 1951177 ini-alasan-lorenzo-tampil-ngotot-di-misano-yang-buat-dirinya-terjatuh-iyAlC1fNvB.jpg Pembalap Tim Ducati Corse, Jorge Lorenzo (Foto: Laman Resmi MotoGP)

BOLOGNA – Pembalap Tim Ducati Corse, Jorge Lorenzo, pada akhirnya harus menyelesaikan balapan di posisi ke-17 kala mentas di Sirkuit Misano dalam gelaran MotoGP San Marino 2018. Dalam balapan tersebut, Lorenzo sebenarnya tampil apik sejak awal. Akan tetapi, pada dua lap terakhir ia terlalu memaksakan diri yang membuatnya tergelincir dan terjatuh.

Pada saat berada empat lap jelang balapan terakhir, di mana Lorenzo menempati posisi kedua, ia sebenarnya telah memperhitungkan kecepatannya untuk bisa mengejar rekan setimnya, Andrea Dovizioso, yang menempati posisi terdepan. Akan tetapi, perhitungan Lorenzo yang telah matang tersebut dirusak oleh Marc Marquez yang membuntutinya tepat di belakang (posisi tiga).

(Baca juga: Ciabatti: Marquez adalah Mimpi Buruk Ducati di Aragon!)

Jorge Lorenzo

Ketika memasuki dua lap terakhir, Lorenzo merasa perhitungannya sudah rusak, sehingga ia harus memaksakan diri menambah kecepatan guna mengejar Dovi. Kendati begitu, harus disayangkan karena pada akhirnya ia justru terjatuh yang membuatnya finis ke-17. Lorenzo menjelaskan bahwa ia memang sengaja mengambil risiko besar untuk bisa mengejar Dovi.

Jorge Lorenzo

“Saya menjadi lebih cepat dan lebih cepat seiring pasokan bahan bakar dalam balapan di Misano habis. Saya 1,3 detik di belakang Dovi di pertengahan lomba dan menemukan bahwa backlog seperti itu dalam tiga atau empat lap terakhir akan cukup untuk mengejar Dovi,” ungkap Lorenzo, mengutip dari Speedweek, Minggu (16/9/2018).

“Maka kemudian saya bisa mencoba sesuatu yang lain. Tapi, Marc membuat saya menghabiskan banyak waktu. Jadi saya masih tertinggal 1,3 detik dengan dua lap tersisa. Itu terlalu banyak. Jadi saya harus mengambil risiko yang besar mencoba untuk mengalahkan Dovi," lanjut pembalap asal Spanyol tersebut.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini