JAKARTA – Pesilat asal Malaysia, Mohd Al Jufferi Jamari, membeberkan alasan memilih mundur dari pertandingan saat tampil di final nomor tanding kelas E (65-70 kg) putra. Keputusannya untuk mundur setelah merasa dicurangi oleh wasit saat berhadapan dengan wakil Indonesia yakni Komang Harik Adi Putra.
Pertandingan keduanya yang berjalan panas memang sudah tidak dipungkiri sejak awal. Komang sejak babak pertama pun sudah mengungguli Jufferi Jamari. Akan tetapi pada babak ketiga, Jufferi Jamari yang berstatus juara dunia mulai mengejar ketertinggalan poin.

Persaingan panas pun terjadi. Kedua pemain saling bermain agresif untuk bisa mencuri angka. Akan tetapi, jelang dua detik laga babak ketiga berakhir, pesilat asal Malaysia memilih mundur karena kecewa dengan keputusan wasit di kedudukan 4-1 untuk keunggulan Komang.
BACA JUGA: Malaysia Pilih Mundur, Komang Harik Sumbang Emas Ke-17 bagi Indonesia di Asian Games 2018
Keputusan Jufferi Jamari untuk mundur pun bukan karena persoalan dengan Komang ataupun bahkan dengan pendukung Indonesia yang sedikit mengintimidasinya. Pilihannya untuk mundur murni karena kecewa dengan cara kinerja wasit yang dianggap berat sebelah.
Saya tidak nyaman dengan wasit, Komang tak salah, tetapi yang salah itu wasit. Para pendukung untuk mendukung negara mereka. Mereka tak salah,” ucap Jufferi Jamari di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, Senin (27/8/2018).

“Saya tak terima dengan wasit. Saya merasa tak dihormati. Saya harap ke depannya wasit tidak memihak,” pungkasnya.
(Ramdani Bur)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.