JAKARTA – Panjat tebing menjadi salah satu cabang olahraga (Cabor) yang memiliki potensi untuk menyumbang medali emas untuk Indonesia di ajang Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Lewat salah satu atlet andalan Indonesia, Aspar Jaelolo, Indonesia memiliki kans untuk menambah pundi-pundi medali mereka pada ajang empat tahunan tersebut.
Ada hal unik yang dimiliki atlet andalan Indonesia tersebut. Berbeda dengan atlet pada umumnya, penampilan Aspar tergolong nyentrik. Sosoknya mudah dikenali karena gaya rambut Mohwak-nya yang dicat pirang, kontras dengan kulit gelapnya.
Bagi pria kelahiran Donggala, Sulawesi Tengah itu, panjat tebing lebih dari sekadar olahraga tetapi juga bentuk sebuah kecintaan. Pria yang dijuluki ‘babon’ itu mengaku, telah mengenal olahraga panjat tebing saat mengikuti organisasi pencinta alam Universitas Tadulako pada 2007.
Ditahun yang sama, Aspar mengikuti kejuaraan pertamanya di nomor lead pada Pekan Olahraga Nasional se-Sulawesi Tengah. Setelahnya, ia terus mengasah kemampuan panjatnya dan memutuskan menggeluti panjat tebing nomor speed.
BACA JUGA: Triyaningsih, Atlet Lari Jarak Jauh Kebanggaan Indonesia di Asian Games 2018
Pada ajang Asian Games 2018, Aspar menargetkan medali emas. Ia optimis bisa mewujudkan target itu karena telah melakukan segala persiapan.
“Melihat persiapan kita semua, saya pribadi ingin memberikan yang terbaik, medali emas untuk Indonesia. Saya ingin menjadi salah satu yang mengukir sejarah kali ini,” ujar Aspar.

Aspar sendiri memiliki prestasi yang cukup membanggakan. Tercatat dalam tiga tahun terakhir ia telah menorehkan prestasi di tingkat nasional dan Internasional. Di tingkat Nasional, Aspar meraih tiga medali emas untuk tiga nomor panjat tebing PON Jawa Barat 2016 yakni speed World record perorangan putra, speed World record tim putra dan speed world record tim campuran.
Selain di ajang PON, Aspar juga memiliki prestasi di ajang internasional diantaranya, medali emas di nomor speed world record relay tim putra dan perunggu speed world record individual putra pada Asian Championship Iran 2016.
Tidak hanya itu, dia juga meraih medali perak di nomor speed world record individual putra di ajang Internasional Federation of Sport Climbing (IFSC) World Cup 2017 di Cina. Satu tahun kemudian ia kembali meraih medali perak di nomor speed world record individual putra di ajang Internasional Federation of Sport Climbing (IFSC) World Cup 2018 di Cina.
(Fetra Hariandja)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.