Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

IKASI Berharap Dapat Berkontribusi di Berbagai Kejuaraan Internasional

Antara , Jurnalis-Minggu, 29 April 2018 |23:25 WIB
IKASI Berharap Dapat Berkontribusi di Berbagai Kejuaraan Internasional
Timnas anggar Indonesia. (Foto: Antara)
A
A
A

JAKARTA – Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Jawa Barat (Jabar) mengharapkan seluruh pengurus provinsi cabang olahraga tersebut terinspirasi oleh kejuaraan internasional yang digelar di Wisma Padepokan Voli Sentul, Bogor, Jabar, pada 28-29 April 2018.

"Dengan kejuaraan internasional yang merupakan pertama kali diadakan di Indonesia oleh pengurus provinsi ini, kami berharap langkah ini bisa menginspirasi untuk diikuti daerah lainnya, sehingga nantinya menjadi semacam rangkaian turnamen berkelanjutan," kata Ketua Pelaksana Kejuaraan West Java International Fencing Championship 2018, Asyanti Rozana Thalib, di Bogor, Jawa Barat, Sabtu.

BACA JUGA: Tim Anggar Junior Indonesia Raih 2 Medali Emas di Kejuaraan Internasional

IKASI Jawa Barat mengharapkan hal tersebut karena mereka merasakan kurangnya turnamen anggar level internasional di Indonesia yang bisa menjadi ajang mengukur kemampuan para atlet. Jika ingin mendapatkan pengalaman bertanding, para atlet harus melaksanakannya dalam kejuaraan terbuka internasional di luar negeri, itu pun mereka harus mengeluarkan biaya sendiri.

"Seharusnya, atlet jangan cuma berlatih tapi juga mendapat jam terbang dalam pertandingan demi Indonesia juga," kata Asyanti yang juga Ketua Pengurus Provinsi IKASI Jawa Barat.

Selain itu, anggota DPRD Jawa Barat Komisi 5 tersebut menilai dengan diadakannya kejuaraan internasional,akan memiliki keuntungan bagi daerah penyelenggara, baik itu sebagai ajang pencarian atlet berpotensi dan memopulerkan anggar, juga sebagai arena untuk mengenalkan pariwisata di daerah tersebut.

Kejuaraan bertajuk West Java International Fencing Championship 2018 ini, diikuti sekitar 300 atlet yang berasal dari 42 klub Indonesia serta peserta dari empat negara Asia Pasifik yakni Singapura, Malaysia, Brunei Darusalam dan Taiwan yang turun di nomor senjata floret, degen dan sable.

Untuk menggelar kejuaraan internasional ini sendiri, Asyanti mengatakan pihaknya mendapatkan bantuan pendanaan dari pihak di Pemerintah Provinsi Jawa Barat, alih-alih mendapatkan sponsor utama.

BACA JUGA: Timnas Anggar Bakal Lakoni Pemusatan Latihan di Seoul

"Memang saya akui anggar tidak begitu populer dan akan sulit mendapat sponsor dan kita lebih banyak nekat. Namun ini harus dan saya yakin jika semua pengprov solid menggelar turnamen, bukan hanya sponsor yang datang, tapi juga lahir lagi atlet-atlet seperti legenda anggar Indonesia, Christina Marthina Timisela yang membanggakan," ucap Asyanti.

Secara umum, West Java International Fencing Championship 2018 akan mempertandingkan kelas umur di bawah usia 12 tahun (U12), di bawah usia 14 tahun (U14) dan kelompok senior/open. Sedangkan untuk kategori veteran kelompok umur 50-59 batal dipertandingkan karena keterbatasan waktu.

Keinginan Asyanti, kejuaraan West Java International Fencing Championship 2018 ini bisa digelar dalam waktu satu atau dua tahunan dan mendapatkan pengakuan dari Federasi Anggar Internasional (FIE).

(Ramdani Bur)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement