Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Zarco Nilai Konflik Rossi-Marquez Hal yang Rumit

Hendry Kurniawan , Jurnalis-Sabtu, 21 April 2018 |03:21 WIB
Zarco Nilai Konflik Rossi-Marquez Hal yang Rumit
Pembalap Yamaha Tech 3, Johann Zarco (Foto: Laman resmi MotoGP)
A
A
A

AUSTIN – Keputusan yang dibuat oleh Race Direction MotoGP terkait hukuman yang diperoleh pembalap Repsol Honda, Marc Maruqez, pada akhirnya menuai perdebatan dari banyak pihak. Bahkan, pembalap Yamaha Tech3, Johann Zarco, mengakui bahwa permasalahan yang terjadi sekarang ini merupakan sesuatu yang rumit bagi dunia MotoGP.

Seperti diketahui, Marquez terlibat insiden dengan pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, dalam balapan di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina. Marquez sebenarnya telah mendapat hukuman atas ulah yang dilakukannya pada balapan tersebut, hingga akhirnya ia tidak memperoleh poin di Argentina.

(Baca juga: Poncharal: Zarco adalah Pembalap Tim Yamaha Terbaik Saat Ini!)

Kendati demikian, cukup banyak pihak yang menilai kalau hukuman Marquez tersebut masih terlalu ringan. Pada akhirnya, Race Direction pun mendapat kecaman karena dinilai tidak berani berlaku tegas. Kecaman tersebut salah satunya diutarakan oleh pembalap Ducati Corse, Jorge Lorenzo.

Marc Marquez vs Valentino Rossi

Alih-alih ikut menghakimi Race Direction, Zarco justru menilai kalau permasalahan yang terjadi sekarang ini adalah hal rumit. Pembalap asal Prancis itu tentunya mengacu kepada berbeda-bedanya hukuman yang diberikan kepada masing-masing rider. Zarco lantas mengingatkan insiden kali ini dengan kasus Rossi-Marquez di Sepang pada 2015.

“Hal-hal berubah di dalam Race Direction? Saya tidak tahu. Kami bersentuhan pada dua dewa. Kami memiliki Vale, yang merupakan dewa pertama, dan sekarang Marc menjadi dewa lainnya karena dia melakukan hal-hal luar biasa,” jelas Zarco, seperti diwartakan Crash, Sabtu (21/4/2018).

“Jadi dia (Marquez) mendapatkan hukuman di Argentina dan tidak memperoleh poin. Ini mungkin hal terburuk baginya mengenai balapan itu. Namun, jika kami mengingat pada kasus 2015 di Malaysia, pastinya itu balapan yang aneh. Vale menendang Marc dan apa hukumannya?” lanjutnya.

“Casey Stoner mengatakan bahwa biasanya itu akan membuat black flag keluar, namun dia menyelesaikan balapan di podium dan mereka mengatakan, seperti ingin memiliki solusi politik, ‘Oke, Anda memulai dari posisi terakhir di Valencia.’ Namun, mengetahui kecepatannya, pastinya dia akan finis di posisi keempat,” tutup Zarco.

(Fetra Hariandja)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement