SANTIAGO DEL ESTERO – Salah satu pembalap Tim Repsol Honda, Dani Pedrosa, meman gagal meraih hasil menjanjikan ketika tampil dalam lanjutan kejuaraan dunia MotoGP musim 2018 seri Argentina. Pasalnya Pedrosa gagal menyelesaikan balapan tersebut.
Dalam balapan yang berlangsung di Autodromo Termas de Rio Hondo, Pedrosa sejatinya mampu tampil luar biasa. Bahkan dirinya sempat menghuni posisi kedua, sebelum akhirnya disalip oleh rekan setimnya, Marc Marquez.
Baca Juga: Pedrosa: Keselamatan Pembalap Harus Jadi Fokus Utama Race Direction
Tak ingin kehilangan posisi di urutan tiga besar, Pedrosa sempat melakukan pertarungan sengit dengan pembalap Tim Monster Yamaha Tech 3, Johann Zarco. Namun nasib sial harus didapat oleh pembalap berjuluk The Little Spaniard tersebut.
Ketika memasuki tikungan ke- 13, sebuah manuver berbahaya dilakukan oleh Zarco guna menyalip Pedrosa. Hal tersebut membuat Pedrosa kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terjatuh dari motor dan tak bisa melanjutkan balapan.
Baca Juga: Bradl Siap Gantikan Pedrosa di MotoGP Amerika Serikat 2018
Bahkan karena insiden tersebut, Pedrosa pun harus melakukan serangkaian perawatan lantaran mengalami cedera yang cukup parah pada pergelangan tangan kanannya. Pedrosa juga disebut-sebut bakal absen membela Tim Honda dalam balapan di MotoGP 2018 Amerika Serikat.
Mengetahui kondisi tersebut membuat mantan rider MotoGP sekaligus pelatih balap Pedrosa, Sete Gibernau, memberikan komentarnya. Ia mengaku sangat menyayangkan insiden yang dialami Pedrosa di MotoGP 2018 Argentina.
Baca Juga: Pedrosa Berpotensi Absen di MotoGP Amerika Serikat 2018
“Sungguh sangat disayangkan insiden itu terjadi, karena Dani berada di situasi di mana ia bisa tampil baik. Ia bersenggolan dengan Zarco dan terjatuh,” ungkap Gibernau, seperti dilaporkan dari Motorsport, Jumat (13/4/2018).
“Saya selalu berkata MotoGP olahraga yang menakjubkan, di mana mengendarai motornya saja sudah berisiko. Semua pembalap yang sangat berani dan hebat, tapi saya sangat yakin MotoGP bukanlah olahraga kontak,” tuntas pria berusia 45 tahun tersebut.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)