ROMA – Perhelatan kejuaraan dunia MotoGP musim 2015 seri Malaysia memang sempat menyedot perhatian banyak khalayak. Apalagi kalau bukan insiden yang melibatkan pembalap Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, dengan rider Tim Repsol Honda, Marc Marquez.
Dalam balapan yang berlangsung di Sirkuit Sepang tersebut, Marquez dan Rossi memang sempat terlibat senggolan. Yang mana insiden tersebut mengakibatkan Marquez harus tersungkur dan gagal menyelesaikan balapan.
Sementara Rossi mampu menyudahi balapan dan bahkan finis di urutan ketiga atau tepat di belakang pembalap Tim Repsol Honda lainnya, yaitu Dani Pedrosa. Seusai balapan situasi pun memanas setelah Marquez menuding Rossi dengan cara sengaja menendang motornya, hingga ia terjatuh.
Baca Juga: Rossi Tekankan Yamaha untuk Bekerja Keras di MotoGP 2018
Tidak ingin dituduh melakukan hal curang, Rossi justru menampik pernyataan tersebut. Bahkan pembalap berjuluk The Doctor tersebut menuding Marquez telah bersengkokol dengan rekan setim Rossi, Jorge Lorenzo, agar bisa membantunya jadi juara dunia MotoGP 2015.
Rossi mengaku sangat yakin ada kesepakatan yang terjalin antara Marquez dengan Lorenzo sejak mereka semua melakoni balapan di Sirkuit Philip Island pada musim yang sama. Mengetahui kondisi tersebut membuat mantan bos Tim Honda, Livio Suppo, berkomentar.
Suppo mengaku sangat heran dengan sikap Rossi yang secara langsung melakukan serangan verbal kepada Marquez. Tak tanggung-tanggung, Suppo juga menilai apa yang dilakukan Rossi kepada Marquez itu adalah sebuah kesalahan yang sangat vatal.
Baca Juga: Ini Kekuatan Utama Marquez Menurut Mantan Bos Honda
“Phillip Island 2015 dan 2017 sangat mirip. Balapan yang hebat. Menurut saya, jumpa pers sebelum Sepang 2015 sangat aneh, dan saya merasa ini sebuah kesalahan dari Vale, karena kenyataannya Marc menang dan mengalahkan Jorge di Phillip Island,” ucap Suppo, seperti disadur dari Speedweek, Senin (2/4/2018).
“Jadi sangat sulit memahami mengapa Vale menyerang Marc seperti itu, padahal saya yakin itu semua hanya tuduhan tanpa bukti darinya. Di Italia terdapa banyak ketertarikan mengenai balapan di Sepang kala itu. Bulan itu adalah bulan terburuk bagi Marc,” lanjutnya.
“Saya merasa bahwa Vale telah kehilangan arah. Di Italia, dialah MotoGP, dan sampai sekarang orang masih mengeluh dan tidak segan melemparkan cacian kepada Marc. Saya masih sulit memahami situasi seperti itu,” tutup pria berkebangsaan Italia tersebut.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.